23 Des 2017 09:33
Renungan Natal 2017

Natal Pendamai Manusia dengan Allah

MyPassion
Pdt DR HWB Sumakul MTh

SELAMAT Hari Natal. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di Kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu. Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan. (Lukas 2:11-12).

Pertama, Natal adalah hari kelahiran Juruselamat, Kristus, Mesias. Sebuah peristiwa ilahi. Intervensi Tuhan Allah bagi manusia berdosa untuk dapat selamat dan hidup kekal. Manusia tidak dapat menyelamatkan diri dari kutuk dosa dan maut kecuali intervensi Tuhan sendiri yang mengutus Putra Tunggal-Nya Yesus Kristus. Yang puncak penyelamatan-Nya adalah kematian di kayu salib. Dan jaminan kemenangan ada pada Paskah.

Karena itu sukacita keselamatan sudah mulai dari kelahiran Kristus di kandang Betlehem. Itulah sukacita Natal yang sesungguhnya dan bukan pada ornamen Natal seperti Santa Claus apalagi Snowman.

Kedua, Natal adalah kerendahan hati dan kesederhanaan. Orang yang dipakai Tuhan dalam peristiwa Natal Kristus adalah irang rendah hati dan sederhana seperti Maria, Yusuf, kaum gembala di padang, Simeon dan Hana. Yang penting adalah ketulusan hati menerima Yesus Kristus di dalam hatinya.

Ketiga, bahwa penampilan di perayaan Natal adalah kesederhanaan dan pelayanan bagi golongan termarjinalkan/terpinggirkan seperti gembala-gembala di padang yang dikunjungi oleh para malaikat Tuhan.

Ketiga, kata Malaikat pada gembala di padang “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Lukas 2:14). Bahwa Natal Kristus adalah kemuliaan Tuhan Allah (gloriam Dei) dan shalom atau eirene atau damai sejahtera di bumi bagi yang berkenan kepada-Nya.

Ketiga, implikasi dari berita Natal ini menyatakan bahwa kesederhanaan haruslah mencirikan perayaan Natal. Bukan hura-hura, bukan pemborosan. Bukan konsumerisme. Natal merupakan proses rekonsiliasi karena inti kedatangan Kristus adalah pendamaian Allah dengan manusia berdosa, yang berimplikasi pada pendamaian secara horinsontal manusia dengan manusia, bahkan manusia dengan alam.

Merusak alam merupakan tindakan tidak kristiani. Semoga perayaan Natal makin kita hidup dalam ketaatan pada Tuhan yang menunjukan kasih-Nya bagi kita umat manusia.  Sebab damai di bumi hanya bagi  mereka yang berkenan kepada Tuhan. Selamat Natal 25 Desember 2017 dan Tahun Baru 1 Januari 2018. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.(*)

 

Kirim Komentar