23 Des 2017 10:05
Denda 10 Kali Lipat

80% Plat Merah Tak Uji Kir

MyPassion

BITUNG—Uji kendaraan bermotor secara berkala merupakan hal wajib demi keselamatan. Namun, sikap acu tak acu ditunjukan perangkat daerah (peda) di Bitung. Diketahui, sekira 106 kendaraan angkut ‘pelat merah’ sangat jarang melakukan uji kendaraan ini. Hal ini diungkapkan Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bitung Heskya Ambat.

“Memang banyak mobik dinas yang belum melakukan uji KIR. Mereka beralasan, belum mengetahui kendaraan dinas wajib menguji kir yang menyangkut keselamatan. Ini yang jadi ironis. Padahal banyak kendaraan dinas yang sudah pernah melakukan uji kir. Namun sejak ada perubahan nomenklatur, misalnya Dinas Kebersihan yang digabungkan dengan DLH, sehingga sampai sekaran belum melakuakn uji kir,” terangnya.

Lanjutnya, semua kendaraan angkut wajib uji. Karena sesuai ketentuan hanya milik TNI dan Polri yang mendapat pengecualian. “Pokoknya yang namanya kendaraan angkutan, wajib diuji kir,” tegasnya.

Tambahnya, masa berlakunya sekira enam bulan, dan 14 hari sebelum jatuh tempo harus melakukan uji kir. Kalau tidak akan dikenakan denda sebesar 2 persen.  

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Bitung Vicky Sangkaeng menegaskan, saat ini sementara mengkaji perda mengenai denda mobil dinas. “Memang PAD dari uji kir hanya sebagian kecil. Tapi hal-hal yang mempengaruhi salah satunya ini. Memang kendaraan dinas Bitung saat ini sekira 80 persen belum diuji kir. Dan Sesuai petunjuk pak Wali, akan ada denda 10 kali lapat dari denda sebenarnya,” tegasnya.

Tambah Sangkaeng, kajian hukumya sementara diproses. “Harus dikaji hukum dahulu, sebab ini diatur dalam perda. Kalau setuju dan tidak menyalahi aturan, 2018 kita akan rancang perda ini. Sebab setiap pungutan harus diatur dalam perda, dan tidak bisa diatur dalam SK atau perwako,” tutupnya. (cw-03/can)

Kirim Komentar