22 Des 2017 10:13

Kaleidoskop 2017!!Dinamisnya Politik di Sulut

MyPassion

MANADO—Perpolitikan Sulawesi Utara di 2017 ini diawali dengan persaingan sengit dua partai besar, Golkar dan PDI-P di Pilkada Bolmong dan Sangihe. Hasilnya, PDI-P dan Golkar draw. PDI-P menang di Bolmong, sementara Golkar yang ketika itu dipimpin Stefanus Vreeke Runtu (SVR), unggul dengan menggunakan eks kader PDI-P di Sangihe.

 

Pertengahan tahun, politik adem ayem. Meski persiapan menuju panggung Pilkada serentak 2018 yang mengikutsertakan enam daerah, mulai terasa. Figur potensial bermunculan. Parpol berburu calon. Tahapan KPU pun dimulai. Walaupun disebut serentak, tahapan Pilkada di setiap daerah start di bulan berbeda, sesuai kesiapan penyelenggara.

Mengakhiri triwulan II 2017, Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar Sulut berhembus kencang. Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu (Tetty) digadang-gadang bakal melengserkan SVR yang baru setahun lebih dipilih aklamasi dalam Musda Golkar 2016 lalu. Finalnya, 5 Oktober dalam Musdalub yang digelar di Jakarta, Tetty sukses menggantikan SVR.

Tetty sah menjabat Ketua Golkar Sulut setelah dilantik Plt Ketum Golkar Idrus Marham pada 29 November lalu. Beranggotakan lebih dari 100 orang pengurus, Tetty nakhodai Golkar Sulut. Di sisi lain, perpolitikan Sulut juga dihiasi dengan digantinya Ketua PDI-P Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Manalip. Pengurus DPD PDI-P Lucky Senduk dipercaya menggantikan posisi Manalip.

Kenaikan gaji para wakil rakyat yang duduk di DPRD juga menjadi catatan penting tahun ini. Berbekal PP Nomor 18 tahun 2017, sejak September legislator menerima kenaikan gaji yang cukup besar. Di akhir tahun, politik di Sulut mulai memanas dengan pendaftaran para kandidat calon di partai politik. Hanya saja, hingga di penghujung Desember 2017, baru beberapa parpol yang berani membeber SK penetapan calon.(*)

Kirim Komentar