22 Des 2017 13:48
Tiap Hari Ada Laporan Masuk

Disnaker Bitung Banjir Keluhan THR

MyPassion

BITUNG—Jelang Natal, posko pengaduan Disnaker Bitung banjir laporan. Ini terkait pembayaran tunjangan hari raya (THR) yang menjadi kewajiban perusahaan. Hal ini diakui Kasie PHI Disnaker Berty Tarijan, kemarin.

Menurutnya, setiap hari ada laporan masuk terkait hak karyawan. “Namun umumnya setelah ditindaklanjuti, ternyata hanya miss komunikasi antara perusahaan dengan karyawan. Sebab, sesuai Permen Ketenagakerjaan Nomor 6 tahun 2016, tujuh hari sebelum hari raya, para kerja harus diberikan THR sesuai dengan masa kerjanya. Namun, setelah ditindaklanjuti, ternyata waktu pembayaran THR bervariasi. Ada yang disepakati waktu sehari sebelum Natal, ada juga yang jauh hari THR sudah diberikan,” terangnya.

Dia pun menekankan, THR yang menjadi hak karyawan harus diberikan perusahaan. “Wajib sebelum hari raya. Misalnya di atas satu tahun masa kerja, mendapat upah satu bulan penuh. Pun masa kerja lebih dari satu bulan sampai seterusnya, wajib menerima. Kalau lalai, selain sanksi administratif, akan dikenakan denda 2 persen dari total THR yang harus diberikan perusahaan,” terangnya.

Menindaklanjuti hal ini, Kepala Disnaker Bitung Arnold Karamoy menegaskan, posko pengaduan akan dibuka hingga akhir Januari mendatang. “Semenjak posko ini dibuka, sudah banyak pengaduan karyawan tentang pembayaran THR. Setelah tindaklanjut, hanya masalah mis komunikasi saja. Namun ketika kedapatan ada pelanggaran, kami akan proses sesuai ketentuan,” terangnya.

Dia juga menjamin sanksi tegas akan diberikan kepada perusahaan yang lalai. “Mudah-mudahan, tidak ada masalah untuk pembayaran THR. Sebab, menindaklanjuti laporan yang masuk terkait kesejahteraan dengan karyawan, kami langsung bekerjasama denga pengawas yang dari Disnaker Provinsi. Pun nama baik dan citra perusahaan yang jadi taruhannya,” tegas Karamoy. (cw-03/can)

Kirim Komentar