22 Des 2017 14:41

128 Negara Anggota PBB Tolak Pernyataan Trump Atas Yerusalem

MyPassion
Sidang Umum PBB (Reuters)

MANADOPOST-Mayoritas negara anggota PBB telah menolak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel melalui voting untuk mendukung Resolusi Yerusalem, Kamis,  (21/12). Resolusi Yerusalem disetujui pada pertemuan darurat di Majelis Umum PBB dengan hasil 128 suara setuju, sembilan menentang, 35 suara abstein.

Ini berarti ada 128 negara yang menentang atau mengabaikan pernyataan Trump atas Yerusalem. Mereka juga tak peduli ancamannya yang disampaikan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Halley.

Trump mengancam akan memotong bantuan keuangan kepada negara-negara pro-Palestina yang menetang keputusannya. Halley telah memperingatkan bahwa dia akan mencatat nama-nama tersebut.

Terlepas dari semua tekanan itu, masyarakat internasional melalui Resolusi Yerusalem memutuskan untuk menentang Trump dan pemungutan suara menghasilkan kemenangan bagi Palestina.

"Keputusan ini menegaskan kembali bahwa Palestina mendapat dukungan dari masyarakat internasional. Tak ada keputusan yang dapat mengubah kenyataan kalau Yerusalem adalah wilayah yang diduduki Israel berdasarkan hukum internasional," kata Juru Bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeina seperti dilansir Al Jazeera, Jumat, (22/12).

Kepala Negosiator Palestina Saeb Erekat mengutuk keputusan Washington yang mengakui Yerusalem jadi Ibu Kota Israel. Ia mengatakan, pemungutan suara PBB menunjukan penghormatan terhadap undang-undang. "Ini adalah hari dimana mereka yang saling membantu melawan hukum internasional, merasa malu," katanya.

Erekat juga menghargai masyarakat internasional mengabaikan ancaman dan intimidasi AS. Mereka memilih untuk bijaksana, memandang jauh ke depan, dan berdiri tegak di atas hukum internasional dan peraturan undang-undang bukan berdiri di atas hukum rimba.

Beberapa menteri luar negeri juga menyatakan pendapatnya masing-masing. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu melalui cuitannya di Twitter mengatakan, "Martabat dan kedaulatan tidak dapat dijual".

Senada Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif  mengatakan, "Suara global mengatakan tidak terhadap rezim Trump dan intimidasinya."

Berseberangan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menganggap keputusan PBB tidak masuk akal dan menyebut negara-negara yang menolak keputusan Trump sedang mengikuti teater yang absurd.  "Saya menghargai kenyataan bahwa semakin banyak negara yang menolak dalam teater absurd ini."

"Saya menghargai itu, dan terutama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada presiden Trump dan Duta Besar Halley atas pembelaan mereka terhadap Israel dan terutama pembelaan mereka terhadap kebenaran," kata Netanyahu.

Sementara itu duta besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan, AS akan selalu mengingat apa yang terjadi di hari ini. "Amerika akan tetap menempatkan kedutaan kami di Yerusalem, kata Halley, Kamis, (21).

Pemungutan suara ini tidak akan merubah keputusan AS. Namun keputusan ini memberitahu bagaimana orang Amerika memandang PBB dan negara-negara yang tidak menghormati AS di PBB.

(iml/JPC)

Kirim Komentar