21 Des 2017 11:00
Renungan Natal

Yesus Adalah Jawaban

MyPassion
Ketua KGPM Gembala Fetrisia Alling

SALAM Sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dengan penuh rasa syukur dan sukacita, di awal perenungan ini saya menyampaikan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2017. Kiranya damai sejahtera Tuhan Yesus hadir dalam hidup pribadi, keluarga, gereja dan bangsa kita. Marilah bersukacita dan bergembira di momen hari besar, hari Natal ini. 

Saudara-saudaraku yang kekasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. 

Di balik ramainya perayaan Natal sebagai ekspresi syukur dan sukacita, maka sebagai orang percaya, sangatlah penting bagi kita untuk mengadakan perenungan tentang makna Natal itu. Maksudnya, kiranya Natal tidak hanya menonjolkan tradisi, dengan berbagai perayaannya. Tetapi dalam berbagai euphoria, ekspresi perayaan tetap menempatkan makna Natal itu sebagai yang terpenting.  Di tengah zaman yang semakin maju, adakah perayaan Natal memberikan nuansa kesejukan bagi dunia ini. Masih adakah optimisme atau semangat iman yang berkobar bagi umat kepunyaan-Nya, untuk terus percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat?

 

Saudaraku yang kekasih, melalui pembacaan Alkitab Lukas 2:8-20, kita menemukan bahwa Yesus Kristus yang lahir di malam Natal itu adalah Tuhan dan Juruselamat dunia. Karena itu, Yesus Kristus adalah jawaban atas semua pertanyaan dan pergumulan dunia. Mari kita melihat beberapa penegasan bahwa Yesus adalal jawaban, antara lain: 

 

Pertama, karena Yesus datang untuk memulihkan persekutuan dengan manusia (ay. 8,9, 13,14). Persekutuan manusia dengan Tuhan telah rusak oleh karena dosa. Alkitab dengan tegas mengatakan, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan Kemuliaan Allah. ” (Roma 3:23). Dalam Perjanjian Lama, kemuliaan Tuhan berkaitan dengan pribadi Allah yang Maha Suci dan berkaitan dengan tanda kehadiran dan pemeliharaan Tuhan (Kel. 16:7; 24:16; 40:34,35). 

 

Kepada para gembala di padang Efrata. ‘kemuliaan Tuhan’ bersinar meliputi mereka. Dengan tegas dikatakan. "Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan” (ay 9). Bahkan ditegaskan pula oleh sejumlah besar bala tentara sorga. “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (ay 2: l4). 

 

Saudaraku yang kekasih, 

Dari data Alkitab ini, memperlihatkan kepada kita, bahwa benar, Yesus adalah jawaban atas pergumulan manusia. Sebab, masalah manusia yang paling besar yang bersifat kekal, yang tidak bisa diselesaikan manusia adalah keterpisahan dengan Allah. Peristiwa Natal adalah wujud kasih Allah yang luar biasa bagi dunia. ‘Kemuliaan Allah di tempat yang mahatinggi', hadir sebagai tanda persekutuan dengan manusia. Sehingga menghasilkan ‘damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.‘Yesus Kristus adalah Allah sejati, yang mengosongkan dirinya menjadi manusia. Bahkan menjadi hamba, taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib (Filipi 2:5-8). Yesus Kristus adalah Firman Allah yang telah menjadi manusia (Yoh 1:1,4). Yesus Kristus adalah Sang lmanuel (Yes 7:14: Mat. 1:23). 

 

Begitu besar kasih-Nya bagi dunia, sehingga dalam kasih karunia-Nya, Dia datang memulihkan persekutuan dengan manusia, yang telah dirusak oleh dosa. Sekarang, babak baru kehidupan persekutuan dengan Tuhan telah dipulihkan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Peristiwa Palungan Betlehem, Salib Golgota dan Kubur Kosong, semuanya adalah 'Paket’ yang menjadi fondasi pengharapan.

 

Saudaraku yang kekasih, peristiwa Natal adalah jawaban atas ketiadaan pengharapan dan ketakutan manusia. Berita Natal sangat jelas.”Jangan takut. Sebab sesungguhnya aku memberikan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di Kota Daud. (2:10-11). Sangat jelas, bahwa berita sukcaita dimaksud adalah Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat. Yesus Kristus bukan hanya Tuhan, tetapi juga Juruselamat. Yesus menawarkan sukacita kepada setiap orang yang percaya kepadaNya . Sukacita yang dimaksud, jangkuannya seluruh bangsa. Sukacita itulah yang bisa mengalahkan segala bentuk ketakuatan dunia ini. Zaman ini dengan segala kemajuannya, telah menawarkan banyak sekali kemudahan dan kesenangan. Tetapi kemajuan zaman ini, tidak akan pernah menjawab bagaimana kehidupan sesuah mati. Itulah sebabnya, sukacita oleh karena keselamatan kekal yang Yesus tawarkan adalah jawaban atau kebutuhan manusia yang paling hakiki.

Ketiga, karena kebenaranNya menghasilan transformasi (2:14-20). Maksudnya, setiap orang yang menerima kebenaran InjilNya, pasti mengalami transformasi, memiliki semangat, daya juang dalam kehidupan. Dalam peristiwa Natal ini, gembala di padang Efrata yang menerima berita kelahiran sang Juruselamat awalnya sangat ketakutan. (ay 9b). Tetapi kita mereka menyaksikan semua keajaiban tentang kebenarannya yang dikatakan oleh para malaikat, maka mereka mengalami transformasi, sukacita yang luar biasa. Dengan tegas dikatakan: “Maka kembalilah gembala sambil memuji dan memuliakan Allah kerena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dilakukan kepada mereka (Luk 2:20).

Sudaraku yang kekasih, sebagai orang percaya momentum perayaan Natal mungkin telah menyita banyak kali energi, menyita waktu, tenaga, materi, fokus kita. Pertanyaan penting bagi kita adalah apakah kita mengalami transfromasi? apakah kita seperti para gembala, kembali sambi memuji dan memuliahkan Allah? atau justru yang terjadi adalah sungut-sungut? Kehilangan damai sejahtera? di mana sebenarnya esensi kebenaran berita Natal? Di sinilah titik perempuan tentang selebrasi Natal. Kiranya kita tidak hanya terjebak pada tradisi Natal dengan segala kesibukannya. Tetapi seperti para gembala, mereka bertemu dengan sangat Juruselamat, sehingga menghasilkan sukacita.(*)

Komentar
Kirim Komentar