21 Des 2017 09:59

Warga Keturunan Indonesia di Filipina Bakal Dapat Paspor

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Sebanyak 2.500 warga keturunan Indonesia (People of Indonesian Descent/PID) di Filipina, dipastikan akan memiliki paspor Indonesia. Menanggapinya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Manado Friece Sumolang MH mengatakan, nantinya sesuai prosedur akan ada pemberian paspor di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao. “Untuk pemulangan, sebagai warga negara Indonesia yang sudah punya paspor Indonesia, dari sudut keimigrasian tidak ada masalah lagi,” ujarnya diwawancarai kemarin.

 

Namun, menurut Sumolang, kendalanya akan muncul pada pemerintah daerah tujuan mereka. “Sehingga harus ada koordinasi dengan pemda tujuan. Jika dipulangkan, kira-kira mereka akan ditempatkan di mana?,” tukas Sumolang.

Terpisah, menurut Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil KemenkumHAM Sulut Dodi Karnida, pemerintah RI telah memberifikasi ribuan PID dan telah mengesahkan 2.500 WNI yang ingin tetap tinggal menetap di Filipina. Sebab itu, mereka harus diberi Paspor RI. “Mereka juga wajib memiliki izin tinggal dari Imigrasi setempat. Pengurusan ini ada biayanya,” tuturnya.

Lanjutnya, WNI yang pulang ke Indonesia, dipastikan ingin bertempat tinggal di Sulut. Sehingga, mereka harus diberikan identitas sebagai WNI oleh KJRI di Davao. Biasanya, berupa Surat Kewarganegaraan dan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai dokumen perjalanan untuk pulang ke Indonesia.

Selain itu, pemda harus menyediakan lahan, modal dan pelatihan keterampilan untuk bekal mereka bertahan hidup. “Identitas WNI penting untuk dukcapil setempat. Karena, ini yang menjadi dasar penerbitan KTP dan kartu keluarga,” tutupnya.

Diketahui, diberitakan JPNN.com (Manado Post Group), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dijadwalkan menyerahkannya secara simbolis awal Januari tahun depan. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan, saat ini paspor para PID itu sedang masuk tahap penerbitan. Setelah mendapatkan paspor, para PID itu akan meneruskan hidup mereka dengan tinggal di Filipina.

Karena bakal tinggal di negara orang, para PID tersebut akan membutuhkan izin tinggal. Iqbal menyatakan, saat ini pihaknya mengusahakan izin tinggal gratis untuk mereka. "Beberapa kota (di Filipina, Red) sudah mau memberikan izin tinggal itu. Mereka juga kan sudah sangat lama tinggal di sana," kata Iqbal saat ditemui di sela-sela kegiatan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award di Hotel Grand Sahid Jaya.

Bagi para PID yang ingin pulang ke Indonesia, Kemenlu akan melakukan pendataan dan persiapan pemulangan. Namun, lanjut Iqbal, proses pemulangan tidaklah sederhana. Banyak faktor yang juga harus diperhatikan.(jpnn/gnr)

Kirim Komentar