21 Des 2017 14:42

Pemalsu Tandatangan Bupati Terancam Dipecat

MyPassion
I Wayan Gede

LOLAK—Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow telah menggelar sidang kode etik pada dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memalsukan tandatangan Bupati Yasti Mokoagow. Sidang kode etik ini berlangsung di ruang Sekretaris Kabupaten Tahlis Gallang, Ketua Majelis Kode Etik, Rabu (20/12) kemarin.

 

Asisten III I Wayan Gede menegaskan, dua ASN dari BKPP yang memalsukan tandatangan bupati, telah mengakui kesalahan mereka. Dua ASN yang diketahui staf ini menangis ketika mengikuti sidang. Dalam sidang tersebut, terungkap alasan mereka memalsukan tandatangan bupati, beserta dengan penggunaan cap bupati, untuk mempercepat berkas kenaikan pangkat.

“Mereka kan mendapat predikat juara dua pelayanan prima kenaikan pangkat. Jalan pintas yang mereka lakukan untuk mempertahankan predikat agar tak terlambat di provinsi,” beber Wayan di ruang kerjanya.

Berkas pangkat ini yakni untuk dokter yang bertugas di RSUD Datoe Binangkang. Yang akan naik pangkat dari golongan IVB ke IVC. Dokter tersebut tak tahu-menahu soal itu. “Dari pengakuan dua ASN ini, kepala serta sekretaris BKPP tak terlibat dalam kasus ini. Ini murni tindakan dua staf ini. Berkas itu juga kan tak ada disposisinya. Dua ASN ini baru pertama kali memalsukan tanda tangan ini," katanya.

Menurutnya, pemalsuan tandatangan ini termasuk pelanggaran kategori berat. Mereka terancam dipecat sebagai ASN di Bolaang Mongondow. Soal pidana, itu kewenangan bupati apakah akan mempolisikan dua ASN ini atau tidak. "Jadi mereka bisa dipecat dengan hormat, maupun tidak dengan hormat. Kalau sudah ikut sidang kode etik seperti ini, hukumannya hanya dua. Berat atau sedang,” tegasnya.

Sementara itu, sejak Rabu (19/12) hingga Kamis (20/12), sudah tujuh ASN yang ikut sidang kode etik. Selain dua ASN yang terlihat kasus pemalsuan tandatangan, ada juga lima ASN lain yang terjerat macam-macam kasus pelanggaran disiplin pegawai. "Usai sidang ini, kami langsung memproses hukuman bagi tujuh ASN ini. Ibu bupati tinggal paraf. Kalau sempat, akan dibacakan saat upacara hari Ibu 22 Desember mendatang. Kalau tak sempat, nanti apel perdana tahun 2018,” jelasnya.

Turut hadir, Asisten III I Wayan Gede, wakil ketua; Kepala BKPP Hamri Binol, sekretaris; Kepala Bagian Hukum Erni Mokoginta dan Kepala Inspektorat Abdul Latif, anggota Majelis Kode Etik. Sidang ini berlangsung tertutup.(tr-01/gnr)

Kirim Komentar