21 Des 2017 09:39
Polda-TNI All Out

Ormas Muslim Jaga Ribuan Gereja di Sulut

MyPassion

MANADO—Sebanyak 13.086 personel gabungan bakal disiagakan kawal Natal dan Tahun Baru di Sulawesi Utara. Belasan ribu personel ini berasal dari Polri, TNI, instansi pemerintah, hingga organisasi muslim. Sebut saja, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) GP Ansor (lihat grafis, red). Adapun titik-titik vital yang bakal menjadi fokus pengamanan, diantaranya rumah-rumah ibadah, pusat perbelanjaan dan lokasi-lokasi yang dianggap rawan. “Kegiatan pengamanan bersandi Operasi Lilin Samrat 2017 ini dengan masa tugas mulai 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018,” beber Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, kemarin.

 

Untuk memperkuat sinergitas dengan instansi lainnya, lanjut jenderal bintang dua tersebut, Polda telah melakukan koordinasi terkait pengamanan hari raya. Kegiatan tersebut, dihadiri seluruh unsur Forkopimda, stakeholder, serta para Kapolres dan Kapolresta.

Yang jadi penekanan mantan Kapolda Jawa Barat tersebut, pertama jajarannya wajib optimalkan fungsi intelijen serta Bhabinkamtibmas, dalam mendeteksi setiap potensi kerawanan yang muncul dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. “Pedoman cara bertindak yang telah ditentukan, disesuaikan dengan kerawanan yang dihadapi, disertai alternatif cara bertindak yang sesuai karakteristik wilayah masing-masing,” tutur jenderal bintang dua tersebut.

Kemudian, personel wajib melaksanakan operasi gabungan guna mengantisipasi tindak kejahatan, seperti kerawanan kelangkaan BBM, penimbunan bahan pokok maupun penyelundupan serta antisipasi terhadap peningkatan kejahatan jalanan. “Intensifkan komunikasi dengan elemen terkait di wilayah masing-masing agar setiap kerawanan dapat dicegah dan diantisipasi sebelumnya,” tegas Waskito.

Untuk menjaga kondisi kamtibmas, katanya, personel harus tingkatkan pemberdayaan masyarakat melalui tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat. “Agar turut serta mendorong situasi aman dan tertib,” tuturnya.

Menurut Kapolda, Natal dan Tahun Baru di Sulut telah menjadi momen hari besar yang disertai libur sekolah cukup panjang. Ini memungkinkan akan terjadi mobilisasi massa dan kendaraan dari satu kota menuju kota lainnya.

“Waktu libur panjang juga tentunya akan meningkatkan konsumsi masyarakat, sehingga dibutuhkan kesiapan dalam mengamankan ketersediaan bahan pokok disertai dengan menjaga stabilitas harga di pasar,” katanya.

Kapolda juga mengajak seluruh stakeholder agar saling bersinergi, mengambil langkah-langkah anstisipasi. “Polri akan mengedepankan Satgas Turjawali, Kamseltibcarlantas, Lidik Sidik dan Satgas Pangan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan beberapa potensi kerawanan yang menjadi atensi Polri dalam menghadapi pengamanan Natal dan Tahun Baru. Diantaranya aksi terorisme, kondisi kamseltibcarlantas, seperti kemacetan dan kondisi jalan. Selain itu, potensi kejahatan konvensional yang dapat bertambah seiring meningkatnya aktivitas dan kegiatan masyarakat di hari libur nanti.

Tak lupa mantan Kapolda Jawa Barat ini mengingatkan, agar ditingkatkan pengamanan pada tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, bandara, pelabuhan, termasuk kesiapan moda transportasi massa.

Terkait cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini di Sulut, Kapolda juga mengingatkan kesiapan dalam menghadapi dan mengantisipasi kondisi bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan bencana lainnya. Ia juga berharap kesiapan instansi lainnya dalam menyongsong Natal dan Tahun Baru, seperti stok BBM kendaraan, kesiapan jalur, kesiapan pelayanan kesehatan, hingga ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Sementara itu, menurut Pangdam XIII/Merdeka Mayjen Ganip Warsito, pihaknya siap mem-back up kepolisian terkait pengamanan Natal dan Tahun Baru. “Kami juga akan all out untuk mengamankan," jamin Warsito.

123
Kirim Komentar