19 Des 2017 14:39

Penyakit Pasca Bencana Mengancam

MyPassion

MINAHASA—Pasca bencana, sejumlah penyakit mengancam. Tercatat, ada enam penyakit yang bisa timbul usai bencana banjir dan longsor (lihat grafis, red). Penyebabnya, sebagian besar karena lingkungan yang masih kotor setelah diterpa banjir dan longsor.  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa dr Juliana Kaunang mengungkapkan, ada enam penyakit yang rentan muncul sesudah bencana alam khususnya banjir dan longsor. “Ada enam penyakit yang paling rentan dalam situasi pasca bencana seperti ini,” katanya.

Dari keenam penyakit ini, kata Kaunang, paling banyak adalah diare, ISPA dan penyakit kulit. “Paling banyak dikarenakan lingkungan usai banjir masih kotor. Udara juga masih tercemar,” sebutnya. 

Pencegahannya, kata Kaunang, bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan dan mengkonsumsi makanan higienis. “Kondisi lingkungan pasca bencana yang kurang bersih jadi penyebab utama terjadinya sejumlah penyakit tersebut. Sanitasi, keadaan lingkungan sekitar, makanan yang sehat dan menghindari genangan air banjir yang biasanya sudah bercampur dengan kotoran hewan,” jelasnya.

Dia membeberkan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh Puskesmas di semua kecamatan untuk menambah jam operasional serta siaga sewaktu diperlukan. “Ada tim gerak cepat di sejumlah lokasi, termasuk di Kecamatan Tombulu dan Pineleng. Satu tim terdiri dari lima orang, satu dokter dua perawat dan sisanya tenaga medis,” pungkas Kaunang.

Senada, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Maxi Umboh menambahkan, pihaknya juga sudah menyiagakan posko kesehatan yang bisa diperbantukan kapan saja. Kebutuhan obat dan logistik lainnya juga, sudah berkoordinasi dengan pihak PMI dan Dinkes Provinsi. “Masih bisa terkontrol, kalau ada kekurangan tenaga medis, obat-obatan atau kebutuhan lainnya. Pemerintah Kecamatan bisa langsung berkoordinasi dengan Puskesmas setempat,” pungkasnya. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar