19 Des 2017 14:37

65 Jiwa Masih Mengungsi

MyPassion

MINAHASA—Banjir dan longsor melanda sejumlah titik di wilayah Kabupaten Minahasa, Sabtu akhir pekan lalu. Tercatat, ada dua kecamatan yang paling parah dilanda bencana. Di Kecamatan Tombulu dan Pineleng. Bahkan, sampai hari ini (kemarin, red) di Desa Tikela Kecamatan Tombulu, 65 jiwa yang terdampak masih berada di tempat pengungsian.  “Ada sekira 10-15 rumah yang terendam banjir. Umumnya berada di pinggiran sungai. Sementara, penduduk yang terdampak masih mengungsi di kantor Hukum Tua,” ungkap Camat Tombulu Soni Saina.

Dilanjutkannya, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna pemulihan dan pembersihan material pasca banjir. “Bantuan dari kabupaten juga sudah masuk, berupa kebutuhan bahan pokok, obat-obatan dan lainnya. Personel dari Dinsos, BPBD, Damkar dan Satpol-PP juga sudah turun ke lokasi. Pembersihan juga kita lakukan dibeberapa titik longsor ruas jalan Suluan-Kamangta,” urainya.

Sementara, Hukum Tua Desa Tikela Roles Tantuno mengatakan, secara berangsur-angsur pemulihan dan kondisi di hari kedua pasca bencana mulai membaik. Pihaknya pun tak menutup kemungkinan bagi masyarakat, organisasi serta pihak swasta yang ingin menyalurkan bantuan. “Sudah mulai normal, meski ada beberapa rumah yang rusak tersapu arus. Bantuan sudah masuk dari pemerintah kabupaten. Logistik dan obat-obatan,” singkat Tantuno.

Di Pineleng, Camat Johnly Wua menuturkan, beberapa titik longsor mulai dibersihkan.  “Di pineleng satu, yang kemarin tergenang setinggi lutut orang dewasa, sekarang sudah surut. Material longsor di Desa Pineleng Satu Timur dan Lotta juga bertahap sudah di bersihkan. Bantuan dari pemerintah juga sudah mulai masuk,” pungkasnya. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar