18 Des 2017 13:22

Relokasi Pinggiran Sungai Wajib!

MyPassion

MANADO—Pemerintah diminta secepatnya merelokasi rumah di pinggiran aliran sungai, agar warga tidak terkena banjir. Ketua DPRD Kota Manado Nortje Van Gobel mengatakan, banjir yang terjadi di Manado Sabtu (16/12), harus menjadi pelajaran.

Karena itu, dia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado segera merelokasi rumah di pinggiran sungai. ”Bantuan rumah tahap kedua sudah ada. Segera direalisasikan, supaya masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai dapat direlokasi ke Pandu,” ujarnya.

Dia juga meminta masyarakat yang telah mendapatkan bantuan rumah bencana tahap pertama di Pandu, segera pindah. “Jangan lagi tinggal di lokasi banjir,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi BPBD Budi Yasin ketika dikonfirmasi mengatakan, pembangunan rumah relokasi bencana sebanyak 1.054 akan realisasikan tahun 2018. ”Sebenarnya akan direalisasikan pembangunan tahun ini, tetapi tidak sempat karena konsultan manajemen baru selesai lelang. Tapi bantuan rumah bencana tahap pertama 1.045 sudah selesai dibangun di Pandu,” ujarnya.

Lanjutnya, sekarang konsultan manajemen sementara merekrut fasilitator. Setelah itu fasilitator akan melakukan pendataan dan membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) penerima bantuan mulai dari Ketua sampai anggota. Jumlah Pokmas 10-15 Kepala Keluarga (KK). ”Kalau Pokmas sudah terbentuk bantuan akan disalurkan melalui rekening Pokmas. Satu KK menerima 40 juta untuk membangun rumah yang lahannya telah disediakan pemerintah di Pandu,” ujarnya.

Menurutnya, lahan saat ini hanya bisa membangun 600 rumah. Masih kurang 350 kapleng lahan. ”Kami sementara koordinasikan dengan provinsi terkait lahan yang masih kurang. Nantinya setelah pembangunan rumah selesai, masyarakat yang mendapatkan bantuan yang tinggal di pinggiran sungai akan direlokasi ke Pandu,” ujarnya.

Kepala Badan Keuangan Kota Manado J Tamaka menambahkan, anggaran pembangunan rumah bantuan bencana belum terealisasi tahun sebesar Rp 109 miliar. ”Dana ini nanti akan direalisasikan tahun 2018,” singkatnya.(ite/gel) 

Kirim Komentar