18 Des 2017 13:36

PT MSN Terbakar

MyPassion
BELUM DIKETAHUI PENYEBAB: Sejumlah petugas berusaha memadamkan api yang melalap gudang nomor B 04 dan B 05 milik PT Multi Nabati Sulawesi (MNS), Kelurahan Wangurer Timur, Kecamatan Madidir, Minggu (17/12) kemarin.

BITUNG—Sekira 10 jam usaha memadamkan api yang melahap gudang nomor B 04 dan B 05 milik PT Multi Nabati Sulawesi (MNS), Minggu (17/12) kemarin. Namun hingga berita ini diturunkan, api belum juga berhasil dipadamkan.

Informasi yang berhasil dirangkum menyebutkan, kebakaran terjadi sekira pukul 07.30 di gudang yang berisikan kopra dan bungkil ini. “Selepas pergantian tugas piket, sekira pukul 8.15 ketika saya sedang melaksanakan tugas penjagaan di pos security, terlihat gumpalan asap yang keluar dari atap gudang B 04. Sehingga meminta rekan saya, untuk mengecek dan memang sudah mengeluarkan gumpalan asap dan sudah terbakar,” terangan Sasmito Mukti, security PT MNS.

Markos Dumanau, security yang lain menambahkan, setelah melakukan pengecekan di gudang B 04 ternyata kopra yang berada di dalam gudang sudah mengeluarkan gumpalan asap tebal dan terbakar. Petugas langsung mengeluarkan alat berat (loader) yang berada di dalam gudang tersebut.

Sementara itu, Kepala BPBD Bitung Fanky Lady menyampaikan, masih terus melakukan upaya pemadaman. Baik dari pihak damkar, polres dan perusahaan tengah mengupayakan langkah maksimal menjinakan api. Gudang yang terbakar berukuran sekira 30x96 meter persegi, dengan material di dalamnya adalah kopra penuh. “Kita melibatkan lima unit Damkar Satpol-PP, satu  unit milik perusahaan, dibantu satu unit kendaraan tangki air BPBD, juga satu unit kendaraan water canon milik Polres bitung,” terangnya.

Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting mengatakan, belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran. Namun dugaan sementara akibat timbunan kopra dalam jumlah besar menimbulkan panas dan terjadi kebakaran. “Kebakaran ini merembet di gudang lain, yang berisikan bungkil. Untuk jumlah kerugian belum kita taksir,” terangnya.

Sayangnya belum ada satu pun pihak perusahaan yang bisa dimintai tanggapan hingga berita ini diturunkan.(cw-03/can)

 

Kirim Komentar