15 Des 2017 14:36

Yasti: Cari Pemalsu Tandatangan Saya

MyPassion
Yasti Soepredjo Mokoagow

BOLMONG—Bupati Bolmong Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow berang. Pasalnya, ada oknum pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) diduga memalsukan tanda tangannya dalam surat rekomendasi kenaikan pangkat seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Tak hanya, memalsukan tandatangan bupati, BKPP didapati juga memiliki cap milik bupati.

 

“Tanda tangan saya tiga rangkap dipalsukan. Saya tahu Senin malam. Itu pidana. Kepala BKPP harus cari siapa pelakunya. Kalau tidak saya hukum satu dinas. Saya tunggu sebentar (kemarin),” tegas bupati kepada pejabat eselon II dan camat se-Bolmong, di lobi kantor bupati, saat acara penandatanganan kontrak kerja dengan pejabat eselon II, Kamis (14/12), kemarin.

Ia mengaku, kadang merubah posisi tanda tangannya. Ini untuk mengantisipasi ada yang meniru. “Sepertinya benar apa yang saya khawatirkan terjadi. Jangan sekali-kali tiru tanda tangan saya. Saya tahu jelas tanda tangan saya. Tiap kali tanda tangan berkas, saya periksa satu-persatu. Meski tak substansial, tetap saya periksa," tegasnya mantan personel DPR-RI Senayan tersebut.

“Cap bupati harus kembali ke bupati. Tapi herannya kenapa cap bupati masih ada di BKPP. Padahal hanya bupati yang bisa menggunakan cap bupati. Jangan main-main dengan saya,” warning Yasti.

Sementara itu, raut wajah Kepala BKPP Hamri Binol tampak memerah dan tegang saat diwanti-wanti oleh bupati. Saat dikonfirmasi ia siap ikut perintah. “Pokoknya saya ikut perintah. Saya akan cari siapa pelakunya,” jamin Binol.(tr-01/gnr)

Kirim Komentar