15 Des 2017 10:31

OD Tak Masuk Dakwaan Setnov, Begini Penjelasan KPK

MyPassion
Febri Diansyah

JAKARTA- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah angkat bicara soal pernyataan pengacara Setya Novanto (Setnov), Maqdir Ismail. Terkait hilangnya tiga nama politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dari surat dakwaan Setya Novanto. Pembacaan dakwaan terhadap mantan Ketua DPR dilakukan pada persidangan di Pengadilan Tipikor, Rabu (13/12). Ketiga politisi itu adalah MenkumHAM RI Yasonna Laoly, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD).

 

Nama Yasonna dan Ganjar saat proyek e-KTP berjalan, duduk di Komisi II DPR, sedangkan Olly merupakan pimpinan Badan Anggaran DPR. Febri mengatakan, substansi dakwaan merupakan strategi dari KPK. "Saya kira kalau terkait dengan substansi dakwaan, itu bagian dari strategi di KPK. Tentu saat ini, kami  fokus membuktikan dan lebih menjelaskan perbuatan-perbuatan apa yang diduga dilakukan oleh Setya Novanto," kata Febri, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (14/12).

Febri meminta kuasa hukum Setya Novanto fokus membela kliennya. Konstruksi umum dalam dakwaan mengenai dugaan aliran dana pada sejumlah pihak, kata Febri, masih sama. Dia menegaskan, KPK tetap akan mengejar pihak-pihak yang ikut menikmati aliran dana e-KTP. "Pihak-pihak lain yang juga diduga menerima aliran dana tentu akan terus kami kejar, kami proses lebih lanjut sepanjang bukti permulaan yang cukup untuk awal dari penyidikan itu bisa dilakukan," ujar Febri

Sementara itu, hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Kusno menyatakan permohonan gugatan praperadilan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto itu, gugur seiring dimulainya sidang pokok perkara, Rabu (14/12).

”Permohonan praperadilan yang diajukan pemohon Setya Novanto haruslah dinyatakan gugur,” ujar Kusno. Dengan begitu, sudah tidak ada lagi hambatan bagi jaksa penuntut KPK untuk membuktikan Setnov bersalah di tahap penuntutan. Sidang lanjutan suami Deisti Astriani Tagor itu rencananya bakal digelar pada Rabu (20/12) pekan depan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Sebagaimana dinyatakan Kusno di awal sidang praperadilan, gugatan Setnov atas penetapannya sebagai tersangka dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) itu secara otomatis gugur ketika sidang pokok perkara dimulai. Itu sesuai dengan ketentuan di pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP yang dipertegas dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 102/PUU/XIII/2015.

12
Kirim Komentar