15 Des 2017 09:37
Polisi Wajib Stand By di Pusat Kemacetan dan Perbelanjaan

MANADO LUMPUH

MyPassion

MANADO—H-10 jelang Natal dan Tahun Baru, volume kendaraan makin membludak di Kota Manado. Berbagai aktivitas perekonomian terancam melambat bahkan lumpuh. Pasalnya, kemacetan parah tiap hari mulai terpantau dari akses masuk Malalayang-Jalan Pierre Tendean (Boulevard). Kemudian Jalan Sam Ratulangi, Jalan Ahmad Yani (Sario), hingga Jalan Bethesda.

 

Di Manado pinggiran, macet juga menjadi pemandangan sehari-hari bagi pengendara yang sering melintas di SMA Negeri 2 hingga pertigaan RS Advent. Hal serupa juga sering terjadi di jalur Tuminting. Bahkan data Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Manado dan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Sulut, kendaraan di Manado sudah mencapai 273.578 unit. Rinciannya roda empat 85.496 unit dan roda dua 188.082 unit.

Badan jalan pun makin padat. Jika dihitung roda empat, dengan panjang ukuran rata-rata 4 meter, berarti memakai ruas jalan sekira 341.984 meter (85.496 X 4). Pun, untuk roda dua dengan panjang kendaraan rata-rata dua meter, ada 376.164 (188.082 X 2)  meter ruas jalan terpakai di Kota Manado. Total ada sekira 718.148 meter (718.148 Km) ruas jalan, yang terpakai jika semua kendaraan beraktivitas bersamaan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Sulut dan Dinas Perhubungan, dituntut menyiapkan solusi guna mengurai kemacetan yang makin parah. “Mau menjelang Natal dan Tahun baru, pasti bakal banyak kendaraan dari luar yang datang ke Manado,” ujar Ivan Sumuweng, pengendara.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulut Kombes Pol Ari Subiyanto menyebutkan, pihaknya sudah menginventarisir jalan-jalan yang arus lalu lintasnya ramai. Seperti tempat belanja ramai pengunjung, dan tempat-tempat pelaksanaan kegiatan. “Kami juga akan berkoordinasi dengan dinas dan pihak terkait, tentang kegiatan mudik masyarakat demi keselamatan dan kenyamanan,” tutur Ari saat diwawancarai Manado Post, kemarin.

12
Berita Terkait
Kirim Komentar