15 Des 2017 14:03

Koleksi 104 Kasus Penganiayaan, Miras jadi `Kambing Hitam`

MyPassion

MITRA—Menjelang akhir tahun kasus penganiayaan menghantui. Dalam kurun waktu Januari-November, 104 laporan penganiayaan, 20 laporan pengeroyokan (lihat grafis). Lagi-lagi, minuman keras (Miras) disebut-sebut menjadi pemicu utama terjadinya tindakan kekerasan.

Hal ini dibenarkan Kapolres Minsel Arya Perdana, Kamis (14/12). "Penganiayaan ini rata-rata diawali dengan minuman keras cap tikus. Sehingga banyak masyarakat yang sesungguhnya mempunyai pribadi yang baik. Namun menjadi tidak terkendali ketika minum minuman keras," kata Perdana.

Dari beberapa kasus penganiayaan banyak yang dilakukan secara personal di dalam kediaman dan juga tidak beraturan waktunya. "Polisi dalam hal ini berusaha memberikan pencegahan dengan menerapkan aturan hukum yang berlaku. Sehingga masyarakat mengerti bahwa melakukan penganiayaan terhadap siapapun merupakan hal yang melanggar hukum," katanya.

Namun Perdana menuturkan, pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan tindakan kekerasan. "Dibutuhkan peran dari tokoh masyarakat. Seperti hukum tua dan tokoh-tokoh di lingkungan sekitar. Karena pengawasan polisi tentunya tidak berlaku terus menerus. Masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam pencegahan penganiayaan ini," terangnya.

Sementara Sekretaris Kabupaten Mitra Farry Liwe mengimbau masyarakat dalam mengonsumsi alkohol dikurangi. "Bahkan kalau perlu ditiadakan saat Natal. Supaya makna Natal bisa dirasakan. Apalagi alkohol menjadi pemicu tindakan kekerasan," ujar Liwe.

Diimbau Liwe, peran masyarakat dibutuhkan dalam pencegahan kasus penganiayaan. "Mulai dari pemerintah kecamatan hingga desa. Agar terus ingatkan masyarakat jangan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.  Apalagi saat perayaan natal dan tahun baru," terangnya.(tr-04/gel)