15 Des 2017 14:41

Cuaca Ekstrem Landa Sangihe, Tinggi Ombak Capai Empat Meter

MyPassion
CUACA EKSTREM: Ombak setinggi 4 meter mengakibatkan jalan disepanjang Boulevard Tidore Tergenang Air Laut, hingga tidak ada satupun kendaraan yang melintas jalan ini, Kamis (14/12) kemarin. Foto: Sriwani Adolong/MP

SANGIHE—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauna Sangihe mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca ekstrem yang sedang terjadi saat ini.

 

Kepala BPBD Ir Reintje Tamboto saat dikonfirmasi harian ini Kamis (14/12) kemarin mengatakan, BPBD telah mengeluarkan surat imbauan kepada camat se- Kepulauan Sangihe untuk diteruskan kepada masyarakat Sangihe.

"Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasion Meteorologi Naha Kepulauan Sangihe, di Bulan Desember ini, akan berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat petir dengan kecepatan angin 10-30 km/jam dan gelombang laut setinggi 2,5- 4,0 meter," bebernya.

Apabila terjadi curah hujan sedang hingga lebat dan berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor segeralah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Dan untuk masyarakat di Kecamatan Tahuna dan Tahuna Timur untuk memfungsikan rambu informasi rawan bencana dan tempat pengungsian yang aman, dimana sudah dipasang di jalan," ungkap Tamboto.

Selain itu, masyarakat yang tinggal dipesisir pantai untuk waspada cuaca dan tinggi gelombang. "Khususnya bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan maupun pengguna transportasi laut antar pulau jika gelombang tinggi harus menunda kegiatan di laut," imbaunya.

Disentil mengenai bencana banjir atau tanah longsor Kepualauan Sangihe saat cuaca ekstrem, Tamboto mengungkapkan bersyukur sampai saat ini belum terjadi banjir dan tanah longsor. Sembari menambahkan lima korban yang hilang di laut sejak Jumat pekan lalu belum ditemukan.

Terpisah, Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME dalam setiap kesempatan selalu menghimbau kepada warga untuk tetap waspada. “Apalagi yang berada di daerah rawan banjir dan tanah longsor. Antisipasi sejak dini agar tidak ada korban selanjutnya,” kuncinya.(tr-08/ria)

Kirim Komentar