14 Des 2017 09:46
Natal No Miras

Perusak Sukacita, Mabuk Langsung Ditangkap

MyPassion

MANADO—Minuman keras (miras) masih menjadi biang kerok beragam kriminalitas di tanah Nyiur Melambai. Nah, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, para pemangku kepentingan di Sulawesi Utara menekankan agar momen keagamaan ini tidak dirusak dengan miras. Masyarakat umum hingga para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang menyediakan miras.

 

Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw me-warning semua PNS di Pemprov Sulut maupun kabupaten-kota, agar tidak mengonsumsi miras saat Natal. “Karena pasti ada sanksinya,” tegas Wagub, kemarin.

Terpisah, Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebutkan, diketahui bahwa perayaan Natal adalah suasana suka cita. “Namun perayaannya tidak harus dengan miras hingga mabuk-mabuk,” ungkap Tompo. Disebutkan, masyarakat harus menyadari, jika mabuk akan membuat konsentrasi tidak normal. Sehingga kontrol sosial seseorang akan rawan menimbulkan konflik dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain.

Untuk itu, mantan Wadireskrimsus Polda Maluku Utara tersebut mengajak agar masyarakat menjaga lingkungan bersama.  Agar tercipta ketentraman dalam melaksanakan perayaan Natal dan Tahun Baru. “Bagi masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas mabuk-mabukan, agar dilaporkan ke kepolisian terdekat nanti akan kita amankan (tangkap),” jamin perwira tiga melati tersebut.

Dari Kepulauan Sitaro juga sepakat jika Natal tanpa miras. Kapolres Sangihe AKBP I Dewa Made Andayana mengimbau seluruh masyarakat di Bumi Karamando, untuk tidak merusak perayaan Natal dengan mengkonsumsi miras. “Sebab miras sering merusak sukacita Natal. Selama ini memang sudah menjadi tradisi, kalau Natal ada miras. Namun ini merupakan upaya persuasif kami untuk mengimbau masyarakat supaya mulai meninggalkan tradisi seperti itu,” ungkap Kapolres.

Ia pun berharap, masyarakat dapat menyadari dampak negatif dari miras. Karena selain merusak tubuh, juga menjadi penyebab tindakan kriminal. “Mulai dari berkelahi hingga menyebabkan lakalantas,” warning-nya. “Untuk itu perlu diingatkan, sebaiknya budaya miras ini dihindari. Karena justru perayaan Natal akan terasa lebih hikmat jika kita merayakan tanpa miras,” tandasnya.

Sementara itu, masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan juga di-warning. Hari raya diminta tak diidentikkan dengan pesta pora apalagi aktivitas konsumsi miras. Wakil Bupati Franky Wongkar bahkan menyiapkan sanksi bagi para perangkat desa dan kelurahan maupun PNS yang membuat onar saat Natal dan Tahun Baru akibat miras. “Kita memahami tradisi dari masing-masing kampung tapi bukan alasan melakukan kompromi terhadap hal yang mengganggu kenyamanan masyarakat lain," tutur dia.

123
Kirim Komentar