14 Des 2017 14:52

H-1 Deadline Pemasukan SPM

MyPassion
Jeffry Korengkeng

MINAHASA—Memasuki akhir tahun anggaran, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Kabupaten Minahasa dikejar deadline. Penyerapan anggaran tahun 2017 harus dipacu. Untuk proses Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tinggal beberapa hari lagi.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jeffry Korengkeng mengatakan, gerak cepat dan proaktif dinas wajib, mengingat tenggat waktu berakhirnya periode penggunaan anggaran segera berakhir. “Kalau ada yang masih dalam proses lelang segera dipercepat. Tapi bersyukur, realisasi serapan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun depan, segera masukan Surat Permohonan (SPM) pencairan. Dana kita siap di keuangan,” ungkap Korengkeng.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan Philip Siwi menyatakan realisasi serapan khususnya Dinas PU yang berkontribusi besar, biasanya terlihat di akhir tahun. Dirinya juga mengapresiasi kinerja sejumlah dinas yang berkontribusi positif dalam realisasi program anggaran tahun ini.

 “Diantaranya, Dinas Dukcapil, Diskominfo, DP3A dan Damkar. Ini masih berjalan, mudah-mudahan teman-teman SKPD lainnya juga bisa memanfaatkan sisa waktu anggaran yang ada ini, posisi saat ini serapan anggaran terus bergerak diatas 70 persen,” tuturnya.

Sementara, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset  Daerah (BPKAD) Rianny Suwarno mengatakan, bagi seluruh SKPD yang hendak melakukan pencairan, hendaknya memasukan SPM paling lambat Jumat (15/12) esok. “LPJ juga wajib dimasukkan sebelum tanggal 31 Desember. Posisi kas kita siap, bisa cair kapan saja,” tukasnya.

Senada, Kepala Bidang Angggaran Refly Igir menyatakan, dari porsi anggaran pendapatan dan belanja daerah terjadi sedikit ketidakseimbangan. Hal ini dikarenakan, masih tertundanya proses penyelesaian kontrak kerja yang sudah ditenderkan.

“Jika melihat data, serapan belanja kita baru sekitar 70 persen posisi  November, dari pagu sebesar Rp 1,3 triliun. Tapi, yang menggembirakan justru pendapatan kita, diperkirakan bisa capai target. Karena hingga hari ini, total pendapatan kita telah mencapai Rp 1 triliun dari target Rp 1,2 triliun. Atau telah mencapai 80 persen dan terus bergerak,” tandasnya. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar