14 Des 2017 14:55
Prioritas Langowan-Kawangkoan

30 Paket Rehabilitasi Jalan Tahun Depan

MyPassion

MINAHASA—Sebanyak 30 paket proyek rehabilitasi jalan bakal dikerjakan tahun 2018. Paket proyek rehabilitasi ini lebih sedikit dibanding jumlah tahun lalu yang hanya 47 paket. Namun, turunya jumlah paket perbaikan jalan dikarenakan, presentase kondisi jalan yang rusak hanya tinggal 14 persen.

“Tercatat, dari total panjang jalan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati tahun 2016 yakni 681,5 kilometer (km). Yang kondisi rusak berat tinggal 14,9 persen atau 101,5 kilometer,” beber Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minahasa John Kussoy, kemarin.

Kussoy menjelaskan, untuk tahun depan ada 30 paket proye rehabilitasi jalan. “Turun dikarenakan alokasi anggaran dalam APBD Minahasa 2018 sedikit tersita guna penyelenggaraan Pilkada,” katanya. Sebenarnya bukan turun, dia melanjutkan, tapi dihibahkan untuk pelaksanaan Pilkada. “Kurang lebih 30 paket yang kita usulkan tahun depan. Tapi, persisnya masih sementara digodok bersama Pemprov Sulut,” kata Kussoy.

Dikatakan Kussoy, titik pekerjaan jalan nantinya berada di ruas jalan kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten/Kota. Sehingga disparitas antar daerah dapat ditekan serta jalannya perekonomian masyarakat dapat ditunjang. “Langowan, jalan dalam kota Tondano, Kawangkoan, Kecamatan Pineleng, ruas jalan lemoh sampai Agotey menjadi beberapa prioritas pembangunan,” tambahnya.

Sementara, Kepala Bidang Bina Marga Bobby Masengi menambahkan, dari total paket pekerjaan jalan di APBD induk tahun ini, pihaknya juga tengah mengejar target penyelesaian proyek perbaikan jalan APBD perubahan. “Ada 10 paket lagi yang sementara berjalan. Nah, artinya presentasi jalan rusak di Minahasa, akhir tahun nanti berkurang,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, Dinas PU tahun ini lebih memfokuskan pada perbaikan jalan rusak ketimbang pemeliharaan. “Kan tiap tahunnya pasti ada penurunan kondisi jalan. Tapi, tahun ini kita lebih banyak mengerjakan pekerjaan perbaikan jalan dan pengaspalan jalan baru,” imbuhnya.

Dirinya berharap, kepada seluruh masyarakat untuk memahami letak dan status jalan, agar tak menimbulkan kesalahan persepsi warga akan kinerja pemerintah.  “Sejumlah ruas jalan seperti Tataaran II-Remboken, Remboken-Kawangkoan serta Touliang Oki yang santer dikeluhkan itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi,” tutup Masengi. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar