13 Des 2017 15:06

Minyak Tanah Langkah

MyPassion
Sri Wahyumi Manalip

TALAUD-- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) cenderung mengalami peningkatan. Hal ini memicu terjadinya kelangkaan dan harga dibeberapa daerah naik.

Pantauan Manado Poast, Kepulauan Talaud, untuk stok BBM jenis pertalite, premium dan solar tampak aman. Hanya minyak tanah yang bermasalah.

Seperti diketahui, hampir seluruh warga Talaud merupakan konsumen minyak tanah. Hal ini dikarenakan dalam kebutuhan memasak dan lainnya, mayoritas masyarakat Talaud masih bergantung pada minyak tanah. Belum beralih ke gas elpiji. Itulah mengapa BBM jenis minyak tanah sangat dibutuhkan.

Situasi dilapangan saat ini, beberapa daerah di Tanah Porodisa sulit mendapat pasokan minyak tanah. Kecamatan Beo salah satunya. " Kami kesulitan mendapatkan minyak tanah. Di depot-depot penyalur kebanyakan kosong," ujar Marlin, salah seorang warga Beo.

Kelangkaan BBM jenis minyak tanah ini cukup meresahkan warga. Memberi dampak negatif terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Kelangkaan minyak tanah secara otomatis mempengaruhi harga jual. Sekarang kata Marlin, harga minyak tanah yang disubsidi pemerintah ini, bisa mencapai Rp8000 perliter, dari biasanya Rp5000 perliter. " Kalaupun dapat minyak tanah harganya sudah mahal," katanya.

Santer terdengar, penyebab terjadinya kelangkaan minyak tanah, bukan disebabkan tidak masuknya kapal pemasok atau pasokan BBM yang kurang. Melainkan ada permainan dari pihak APMS. Dikabarkan pihak APMS membuat aturan sepihak perihal penyaluran minyak tanah. Kepads penyalur yang hendak membeli minyak tanah, harus pula memborong BBM jenis pertalite dan premium.

"Tidak bisa lagi membeli hanya minyak tanah. Biasanya boleh jika hanya ingin memborong minyal tanah. Tapi sekarang harus beli paket. Tidak bisa hanya minyak tanah. Bagaimana dengan penyalur yang hanya miliki modal kecil jualan minyak tanah? Bagi mereka yang mampu tentu bisa mendapat stok berlebih," ujar salah seorang warga yang tak ingin namanya dikorankan.

Terpisah, Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip mengaku beberapa waktu lalu telah memerintahkan jajarannya untuk dapat mengontrol ketersediaan BBM menjelang Natal dan Tahun Baru. " Saya sudah perintahkan agar bagian terkait bisa kontrol stok BBM. Jangan biarkan habis. Sebab kebutuhan meningkat. Dinas terkait atau bagian ekonomi tolong turun lapangan kontrol langsung," tegasnya. (fik/ria)

Kirim Komentar