13 Des 2017 09:22
Buyung: Sudah 200 Tahun Belum Pernah Dilihat Secara Hidup

Dikira Punah, Manguni Mungil Menampakkan Diri

MyPassion
Burung Celepuk Siau yang dinyatakan punah ditemukan warga di Kelurahan Tarorane, Lingkungan II, tepatnya di Pasar Ampera, Kecamatan Siau Timur. Foto: Don Papuling/MP

MALAM tadi, Rahul Sidik sedang duduk di warung kecilnya. Tiba-tiba, ada tamu tak diundang yang datang. Seekor burung cokelat. Penasaran, Rahul menangkap dan mengikatnya. Pedagang di Pasar Ampera Ulu Siau ini baru pertama kali melihat burung cokelat dengan mata tajam itu. Ingin memastikan burung apakah itu, dia menghubungi anggota ekspedisi manguni, Buyung Mangangue.

Waktu sudah menunjukkan tengah malam ketika Buyung dan koran ini menuju kios Rahul. Buyung merupakan salah satu anggota ekspedisi pencarian Manguni. Lelaki berumur 31 tahun ini tak menunjukkan euphoria berlebihan ketika melihat burung yang terikat itu. Dia juga tidak memastikan burung jenis apa yang telah ditemukan Rahul. Buyung memang tak bisa serta merta memastikan tanpa diteliti lebih lanjut.

Pun, bila dia sendiri sudah memastikannya saat itu, Buyung tak ingin blak-blakan mengungkapkan bila itu benar Manguni. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ada kemungkinan Rahul tidak akan menyerahkan burung itu. Sambil berbincang, Rahul menyediakan kopi menemani pembicaraan larut malam itu. Dia bersedia menyerahkan burung untuk diteliti lebih lanjut. 

Sekira 30 menit kemudian, burung itu dibawa ke Ondong, tepatnya di tempat tinggal Buyung. Segera diambilnya pengukur. Tinggi badan burung hanya 10 centi meter. Ketika sayapnya direntangkan, lebarnya mencapai 30 centi meter. Tiga kali lebih panjang dari tubuhnya. Dia juga merekam suara berbeda yang dikeluarkan burung mungil ini. Saat akan disentuh, burung mengeluarkan suara seperti kucing.

Sesekali, suara yang dikeluarkannya seperti jangkrik. Memegang tubuh mungilnya seperti sedang memegang air mineral botol kemasan 600 mili liter. Segenggam tangan orang dewasa. Ciri fisik lainnya adalah warna bulu cokelat, sayap berbelang, dan punya kumis. Kali ini, Buyung yakin itu adalah Celepuk Siau yang familiar di Minahasa disebut manguni.

123
Komentar
  • MyPassion

    kenzou
    11 Jan 2018 11:25

    apa sudah d lepas lagi..?? semoga makin bertambah banyak lagi...
Kirim Komentar