13 Des 2017 15:08

2018, TDK Guru Tembus 4,4 M

MyPassion
Ilustrasi

=SANGIHE—Penerima Tunjangan Daerah Khusus (TKD) yang diperuntukkan bagi guru TK, SD dan SMP di daerah terpencil, tertinggal dan terluar tahun 2018 mendatang mengalami penambahan.

Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Perencanaan Sarana dan Informasi Pendidikan Yufiter A Budikase SPd MPd. Dijelaskannya anggaran untuk TDK dari Rp 3,7 miliar bertambah menjadi Rp 4,4 miliar.

"Tahun 2016 lalu penerima TKD sebanyak 567 orang. Kemudian di tahun 2017 ini berkurang menjadi 93 orang dikarenakan berkurangnya jumlah anggaran dari pusat, jadi kami harus menyesuaikan. Dan tahun 2018 mendatang anggaran ditambah lagi menjadi Rp 4,4 miliar. Sehingga ada ketambahan sekitar 4 orang guru," jelasnya.

Lanjutnya, meski demikian tidak dapat menjawab semua tunjangan guru di daerah khusus, namun harus tetap disyukuri. "Nantinya empat orang ini akan dipilih dengan baik yang benar-benar masuk dalam persyaratan penerima TKD baik dari guru SD, SMP maupun SMA," bebernya.

Dia juga menambahkan syarat penerima TKD sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) 12/2017, yaitu guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang harus memiliki Data Pokok Pendidikan (Dapodik), memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) serta Memiliki Surat Keterangan (SK) penugasan mengajar di satuan daerah khusus.

"Daerah khusus ditentukan oleh Menteri Pendidikan berdasarkan Kepmendiknas 80/P/2017. Daerah khusus itu merupakan desa tertinggal dan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Desa (Permendes), sesuai Kepmendiknas 80/P/2017,” ujarnya.

Lanjutnya, berdasarkan aturan, sebanyak 15 kampung di Kepulauan Sangihe, yang masuk dalam kategori daerah khusus sangat tertinggal dan terluar. “Antara lain Kampung Mahumu I, Taloarane, Kawaluso, Lipang, Taleko Batusaiki, Nanedakele, Bukide Timur, Nanusa, Beng Darat, Hangke, Lehupu, Bowone, Beng Laut, Sampakang dan Melisade," jelas Budikase.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dra H Tatawi MPd mengimbau, guru-guru penerima TDK harus mempergunakan tunjangan tersebut dengan baik untuk kesejahteraan.

”Kami mengharapkan dengan diberikan tunjangan daerah khusus kepada para guru yang mengajar di wilayah kepulauan dan daratan terpencil dapat memotivasi mereka untuk mengajar dengan profesional, untuk peningkatan mutu pendidikan menuju Kepulauan Sangihe sebagai kabupaten bahari yang sejahtera  dan bermartabat,” tutup Kadis. (tr-01/ria)

Kirim Komentar