12 Des 2017 12:58

Potas Ikan Masih Marak

MyPassion

SITARO—Kurangnya kesadaran, masyarakat menjaga lingkungan, masih nampak di Kepulauan Sitaro. Pasalnya hingga kini, masih ada nelayan tradisional yang menggunakan potas untuk mencari ikan.

 

Pantauan Manado Post, sejak Jumat – Senin (8-11/12), diperairan depan Tempat Pembongkaran Ikan (TPI) Siau Kecamatan Siau Timur. Dua nelayan tertangkap menggunakan potas ikan.

RM (25) warga yang enggan namanya dikorankan, mengungkapkan, penangkapan ikan dengan menggunakan potas, memang masih marak terjadi.

"Meski sudah ada larangan, tetap saja mereka lakukan. Kami tegur, takut nanti dikira ikut campur. Dan kebanyakan hanya didiamkan saja, sebab mau bagaimana lagi, kami juga hanya pendatang," ujarnya dengan ekspresi datar.

Sementara itu, Buyung Mangangue Ketua Komunitas Pencinta Alam Kompas, mengungkapkan, hasil pengamatannya, penggunaan potas di Kepulauan Sitaro, mengalami penurunan. "Namun tetap saja, jika ada yang menggunakannya, sangat berdampak negatif. Sebab, radius jangkauan racun ini, tergantung arus. Ini juga akan sangat merusak terumbu karang. Sebab karang hidup dengan menggunakan pori-pori, sebagai tempat resapan makanan," terangnya.

Lanjutnya, sampai saat ini, jika kita menunggu penindakan dari regulasi, akan sangat sulit, sebab untuk penegakannya, sudah bukan wewenang kabupaten/kota. “Namun jika kita berbicaran konservatif, maka kita harus mengesampingkan aturan. Karena kita tetap bisa melakukan sosialisasi dan pendekatan secara persuasif. Dan itu tidak menyalahi aturan.

"Tentu, hal seperti ini, harus dipahami oleh instansi terkait, apalagi kalau berbicara menjaga lingkungan. Kita harus lebih aktif dan gencar, untuk melakukan sosialisasi, jangan hanya menunggu instruksi, salah satunya dengan membuat Kelompok Pengawas Berbasis Masyarakat, sebab beberapa waktu lalu, sempat dibuat pos pengawasan, untuk area tangkap ikan. Kalau bisa, itu diterapkan kembali, sebab menimbulkan kesadaran, salah satu cara yang lebih efektif, ketimbang regulasi," tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Djoni Muntiaha, ketika dikonfirmasi, terkait larangan menggunakan potas, membenarkan jika sudah ada regulasi yang mengatur. "Namun itu teknisnya, sudah bukan di kabupaten/kota. Langsung di provinsi. Memang ini menjadi kendala, ketika kita akan melakukan penindakan. Kami hanya sebatas melakukan fungsi pengawasan. Celah aturan ini, yang digunakan para oknum yang tidak bertanggung jawab," tutupnya.(drp/ria)

Kirim Komentar