12 Des 2017 09:29

POLDA-TNI SIAGA, Menhan: Sulut Aman

MyPassion

Senada, Menteri Pertahanan Rymizard Ryacudu mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh elemen terkait. Mengedukasi dan terus menguatkan masyarakat akan ideologi bangsa. "Koordinasi dengan TNI-Polri telah kita lakukan, guna menangkal masuknya paham intoleran. Lebih khususnya khilafah, saracen apalagi terorisme yang bertahun-tahun kita perangi," tegas Ryacudu di sela-sela Sarasehan Gebyar Bela Negara, Senin (11/12), kemarin, di Gedung Wale Ne Tou Tondano.

Lanjutnya, pihaknya bahkan telah berkunjung ke daerah konflik. Sebut saja, Marawi, Filipina baru-baru ini. Seba itu, dirinya meminta seluruh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa. Tidak mudah terpengaruh, apalagi hingga bertindak anarkis. "Sudah kita periksa sampai ke Marawi. Sulut aman, tidak perlu khawatir. Justru kondusifitas ini yang perlu kita jaga dan pertahankan. Jangan mudah termakan isu, yang arahnya memecah belah persatuan bangsa," pintanya.

Terpisah, menurut Pakar Hukum Dr Ralfie Pinasang, untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, perlu pengawasan kepolisian. Juga peran pemerintah. “Untuk Kota Manado, wali kota harus bekerja sama dengan tokoh masyarakat, akademisi, kepolisian, bahkan seluruh elemen masyarakat,” ucap Pinasang.

Dirinya menilai, Pemerintah Kota Manado harus peka dengan pengamanan. “Pemkot harus ada goodwill. Itu akan sangat efektif mencegah kejahatan yang terjadi di lingkungan masyarakat,” tuturnya.

Diharapkannya pula, aparat penegak hukum tidak semata-mata hanya melakukan strategi penindakan. “Tetapi, polisi harus mulai melakukan upaya pencegahan. Seperti, operasi tempat-tempat hiburan malam, miras, judi, dan sebagainya yang bisa menyebabkan gangguan keamanan,” ungkapnya.

Karena, sebetulnya kerja dari aparat penegak hukum ini preventif. Bukan hanya penindakan, tetapi juga pencegahan. “Intelijen harus berperan aktif mengecek tempat-tempat ini. Karena, kebanyakan gangguan keamanan terjadi karena pengaruh minuman keras,” jelasnya.

Di Manado, saat ini mulai marak kasus pencurian. Menurutnya, hal ini terjadi, karena tidak berfungsinya Pos Kamling secara maksimal. Hal ini, memerlukan peran dari Pemerintah Kota dan DPRD Manado. Perhatian dari eksekutif dan legislatif, masih kurang. Buktinya, salah satu penyebab terjadinya pencurian, karena banyak fasilitas penerangan di lingkungan, tidak berfungsi. “Sebenarnya, ini merupakan tugas dari Pemerintah Kota dan DPRD Manado,” sambung Wakil Dekan Satu Fakultas Hukum Unsrat ini.

Tak kalah pentingnya, fungsi Pos Kamling di tiap lingkungan. Sebab, tidak banyak yang berfungsi. Ini terjadi, karena kurangnya perhatian pemerintah. “Pemerintah seharusnya memberikan honor bagi para hansip, agar mereka termotivasi untuk menjaga lingkungan. Dengan demikian, keamanan yang ada bisa terjaga,” pungkas Pinasang. (Tim MP/gnr)

12
Kirim Komentar