12 Des 2017 12:39
Kasus Pembunuhan Woloan Percayakan ke Pihak Berwajib

Jaga Kedamaian Natal

MyPassion

TOMOHON- Tepat dua hari sudah kasus pembunuhan yang terjadi Sabtu (9/12) sekira Pukul 01:30 Wita, korban Richard Sampow (19) alias Cabeng telah disemayamkan Minggu (10/12), di ladang pekuburan. Pantauan koran ini, situasi di dua Kelurahan Woloan Satu dan Kelurahan Lansot aman dan kondusif. Jalanan sepi dan jauh dari keramaian. 

 

Lurah Lansot Henny Bororing mengatakan, Keluarga Richard Sampow sudah tidak tinggal lagi di sini (Lansot, red) karena sudah pindah di wilayah pemerintahan Kelurahan Tumatangtang. Tetapi, ketika keluarga meminta pelayanan, persiapan pelayatan, tetap diberikan. Sebab, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah terutama Kelurahan Lansot. “Bagaimanapun mereka pernah tinggal di sini dan sudah menjadi kewajiban kami untuk melayani, " bebernya. 

Bororing menambahkan, pada waktu kejadian, tidak ada anak-anak dari Kelurahan Lansot bersama korban. “Pada saat melayat, saya memberikan himbauan kepada seluruh warga, agar tidak terpancing dan serahkan masalah ini kepada pihak berwenang,” tegasnya. “Apalagi ini menjelang Natal, mari kita saling mengasihi satu dengan yang lain," ucapnya.

Nahas Menimpa Richard Sampow (19) salah satu warga Lansot Lingkungan Satu Kecamatan Tomohon Selatan. Pasalnya, Sabtu (9/12) sekira pukul 01:30 dinihari, tepat di Kelurahan Woloan Satu Kecamatan Tomohon Barat. Korban meregang nyawa di tangan lelaki berinisial RMT (21) alias Nando Warga Kosio Barat, Dusun Dua Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolmong.

Informasi dirangkum, bermula ketika pelaku (Nando, red) sedang berada di rumah milik Bobo Kapoh terletak di

Kelurahan Woloan Satu Lingkungan Enam Kecamatan Tomohon Barat, hendak membeli rokok di warung yang terletak di sebelah Gereja Sion Woloan. Pelaku bertemu dengan korban (Richard) dan teman-temannya, sehingga terlibat pertikaian di warung. Pemilik warung melerai mereka, sehingga kedua belah pihak kembali pulang ke tujuan masing-masing, Namun, pelaku kembali ke rumah Bobi Kapoh.

Diketahui, saat berada di dalam rumah, pelaku tidak sendiri melainkan dengan beberapa temannya sedang berbincang-bincang. Sekira setengah jam, tiba-tiba korban datang masuk ke rumah Bobi Kapoh sambil membawa parang dan mengejar pelaku di dalam rumah tersebut. Pemilik rumah Bobi Kapoh sudah terluka dan mengeluarkan darah di bagian dada, karena sempat ingin melerai mereka.

Karena tersudut, pelaku memberikan perlawanan dengan mendorong korban hingga terjatuh dan parang yang dipegang terlepas. Tanpa berpikir panjang, pelakupun langsung spontan mengambil pisau yang berada di sekitar situ. Dirinya menahan tubuh korban agar tidak dapat mengambil kembali parang tersebut. Kemudian, membacokkan pisau tersebut kebagian belakang tubuh korban secara berulang-kali.

Melihat korban tidak berdaya, salah satu teman pelaku menahan agar tidak membacok tubuh korban lagi.

Korbanpun melarikan diri dengan menaiki motor yang dikendarai teman korban.

Karena berusaha membela diri, pelaku mendapat luka benda tajam di bagian tangan kanan dan paha kiri. Sedangkan korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kapolres Tomohon AKBP IK Agus Kusmayadi melalui Kasubag Humas Polres Tomohon IPTU Liston Purba membenarkan kejadian tersebut. "Kasus telah ditangani dan pelaku telah kami amankan," pungkasnya. (ctr-07/vip)

Kirim Komentar