11 Des 2017 09:37

25.000 Ibadah Natal di Sulut Layak Rekor MURI

MyPassion

MANADOPOST-Fantastis. Ibadah pra Natal di Sulut cetak rekor menakjubkan. Tercatat, sekira 25.000 ibadah pohon terang mewarnai di Bulan Desember. Semua denominasi gereja, rukun, komunitas, desa, kelurahan, kecamatan, BUMN/BUMD, dan perusahaan gelar perayaan menyambut Kelahiran Yesus Kristus, 25 Desember. Bisa dikatakan mencetak rekor dunia dan layak masuk dalam Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Peristiwa iman ini makin menancapkan predikat Sulawesi Utara sebagai provinsi relijius.   

Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt DR HWB Sumakul mengatakan, pohon terang untuk mengingatkan perjalanan kedatangan Yesus Kristus ke dunia untuk  mengampuni dosa umat manusia. "Jadi, melalui momen ini, kita bisa berdamai dengan Tuhan, sesama dan lingkungan. Juga saling menopang, mendorong dan jangan saling menjatuhkan,” ujar Pdt Sumakul.

Dirinya juga meminta jemaat untuk merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan. Tidak dengan pesta pora. “Sebab perayaan Natal, harus mempersiapkan hati untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus,” tambahnya.
Ketua Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Gbl Fetrisia Yulia Aling MTh mengingatkan jemaat, agar terus menghayati makna Natal dengan kerendahan hati. Menurutnya, hidup sebagai manusia beriman, harus memiliki pengharapan yang tidak pernah mengenal putus asa.

"Harus terjadi perjumpaan antara kemuliaan Allah dan kebahagiaan di bumi, seperti peristiwa yang terjadi kepada gembala di Padang Efrata dengan nyanyian sukacita para malaikat, sehingga memunculkan pengharapan dan antusias yang hebat," beber Gbl Aling.

Gembala Sidang Jemaat Kerapatan Gereja Baptis Pengharapan Pdt Yontie Legoh menambahkan, merayakan Natal dengan melihat terus pengorbanan Yesus Kristus, yang telah menderita. “Kita sebagai manusia sudah diselamatkan, untuk lahir baru dalam arti merubah segala sifat lama yang penuh dosa sambil terus memberikan keteladanan untuk terus menjadi buah kebenaran bagi sesama kita," tambahnya

Terpisah, Ketua Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara Pdt Yvonne Awuy-Lantu mengungkapkan, sebagai wujud penghayatan dalam maknai perayaan Natal  ada banyak hal yang boleh dilakukan. Antara lain, membantu sesama manusia yang membutuhkan. "Salah satunya mengunjungi Panti Asuhan dan Panti Jompo. Berbagi kasih dengan mereka merupakan contoh nyata dalam memaknai perayaan natal," ungkap Lantu.

Ia mengatakan, kita belum tahu apa yang akan terjadi ke depan. Maka selama bulan Natal ini, marilah terus beribadah, membaca Firman Allah dan menyimpan dalam hati, serta menjadi kekuatan ekstra selama menjalani kehidupan di tahun yang penuh dengan rahasia. “Ini menjadi bekal dalam memasuki tahun baru, tahun penuh tantangan,” kuncinya.(tr-07/vip)

Kirim Komentar