08 Des 2017 12:52

Upsss, Rumah Bupati Boltim Kebanjiran

MyPassion
TERGENANG: Rumah Dinas Bupati di Desa Togid ikut terkena bencana banjir, Kamis (7/12) kemarin, usai hujan tiga jam. Foto: Lucky Mamahit/MP

=BOLTIM—Kabupaten Boltim menjadi daerah yang rawan bencana seperti banjir. Pasalnya, jika hujan terjadi lebih dari tiga jam, banjir akan menggenangi sejumlah rumah.

Bahkan, akibat hujan tiga jam, Kamis (7/12). Rumah Dinas Bupati Sehan Landjar yang ada di Desa Togid, ikut kena dampak genangan banjir. Tak hanya di situ, sejumlah rumah masyarakat pun digenangi air setinggi lutut orang dewasa.

Bupati Kabupaten Boltim Sehan Landjar berbicara terkait ancaman bencana yang mengintai masyarakatnya. “Seluruh Indonesia sama ancamannya. Termasuk Boltim yang sejumlah titik di daerah yang rendah,” ungkap suami Nursiwin Landjar Dunggio.

Landjar mengakui, kondisi sebagian kawasan hutan di Boltim sebagian besar sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. “Saya sudah mengimbau masyarakat, jangan melakukan perusakan kawasan hutan. Togid juga daerah yang rawan banjir,” ungkap Landjar.

Ketua DPW PAN Sulut ini menambahkan, dirinya sudah menegaskan pada instansi teknis untuk menyelesaikan mengatasi masalah ancaman banjir. ‘Drainase dan pembangunan tanggul di titik rawan harus mampu mengatasi ancaman banjir,” ungkap Landjar.

Landjar menjelaskan, memang sejumlah titik di Boltim yang paling rawan ada di beberapa kecamatan dari Tutuyan, Motongkad dan Nuangan. Bahkan, sebelumnya Kantor Camat Nuangan menjadi langganan banjir dan mengakibatkan sarana prasarana kantor mengalami kerusakan.

Landjar menjelaskan, untuk mengatasi masalah banjir yang selelu menggenangi kantor kecamatan Nuangan. Menurutnya, kantor camat tidak akan dipindahkan. ‘Kalau dipindah harus cari lahan baru. Itu saja, nanti kantor camat akan rubah, dan ditinggikan melebihi batas air yang biasa masuk,’ jelas Landjar.

Camat Nuangan Husein Syawie pun mengeluhkan kondisi hal tersebut. “Masalah ini sudah dari masa ke masa, setiap hujan pasti banjir. Mohon bantuan dinas teknis mencarikan solusi di tahun 2018,”  tandasnya.(cw-02/gnr)

Kirim Komentar