07 Des 2017 13:26
Tanor: Natal dan Tahun Baru Aman

Stok Elpiji Mulai Terbatas

MyPassion
Ilustrasi

BOLMONG—Jelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan stok elpiji di Bolmong makin meningkat. Untuk mengantisipasi menjaga ketersediannya, Pemkab Bolmong melakukan koordinasi dengan Pertamina, guna penambahan sampai akhir Desember. “Kuota elpiji bersubsidi sebenarnya kurang, dan mengalami kelangkaan. Namun, setelah dikonsultasi di Pertamina, stok LPG bisa memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun ini,” kata Kadis Perdagangan dan ESDM George Tanor ini.

 

Lebih lanjut dikatakannya, setelah dilakukan koordinasi dengan Pertamina, stok elpiji mengalami ketambahan 13 persen, menjadi 4, 739 metrik ton, dari kuota sebelumnya hanya 3,469 metrik ton. Dengan ketambahan stok elpiji tersebut, Tanor sapaannya mengimbau, setiap pemilik pangkalan tidak boleh menjual elpiji melebihi harga yang ditentukan. “Kita akan melakukan monev di tiap titik untuk menjaga kestabilan harga. Untuk elpiji 3 Kg harganya Rp 18 ribu per tabung,” ungkapnya.

Meski ada laporan harga elpiji bervariasi, beber Tanor, pihaknya langsung menindaklanjutinya. “Kita akan menindak langsung jika ada laporan seperti itu. Apalagi, sekarang ini kebutuhan elpiji meningkat,” jaminnya.

Sementara itu, salah satu warga Inobonto, Kecamatan Bolaang mengaku, sampai saat ini stok elpiji masih kurang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sebut pria berbadan kekar ini terpaksa harus bolak balik ke Kotamobagu. Bahkan, katanya harganya pun sudah tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan. “Sekarang ini harga elpiji sudah 20 ribu sampai 25 ribu. Kami berharap, pemda bisa menindaklanjuti permintaan elpiji tersebut,” tutur warga Inobonto yang tak mau dipublish namanya.(MPG/gnr)

Komentar
Kirim Komentar