07 Des 2017 10:12

Miliaran Rupiah Bangun Sekolah di Sulut

MyPassion
Ilustrasi

MANADO- Anggaran Dinas Pendidikan (Disdik) di Sulut, diprioritaskan untuk pembangunan fisik. Seperti rehabilitasi ruang kelas SD dan SMP, pembangunan dan pengadaan alat laboratorium IPA SMP, media pembelajaran, betonisasi sekolah, pembangunan toilet sekolah, dan aula SMP. Sebut saja di Minahasa Tenggara. “Untuk alokasi anggaran APBD Disdik Mitra sebanyak Rp 146 miliar,” beber Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mitra Djelly Waruis, Rabu (6/12), kemarin.

 

Sementara itu, di Dinas Pendidikan Minsel, hanya mengalokasikan anggaran Rp 12 miliar, 2018. Jumlah tersebut sama dengan anggaran di tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan Minsel Dr Fietber Raco mengatakan, tidak adanya kenaikan diakibatkan langkah penghematan yang sedang dilakukan daerah. Lanjutnya, anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 4 miliar. Dana Alokasi Khusus senilai Rp 5,5 miliar untuk fisik dan Rp 2,5 miliar untuk non fisik, yakni Bantuan Operasional PAUD. Dia mengakui, jumlah itu belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan pendidikan. Apalagi, keterbatasan sumber daya manusia, sulit berharap adanya peningkatan signifikan kualitas pendidikan.

Hanya saja, lanjut dia, di tahun depan ada sejumlah menu alternatif bagi para siswa. Mulai dari sanitasi dan kegiatan peningkatan skill lainnya. "Anggaran itu masih difokuskan untuk kegiatan bagi para tenaga pengajar seperti pelatihan dan sosialisasi serta rehabilitasi gedung-gedung yang tidak lagi representatif," beber Raco.

Lanjutnya, alokasi di sektor pendidikan juga mencakup dana BOS Rp 30 miliar dan tunjangan sertifikasi Rp 71 miliar. "Itu di tahun depan kemungkinan tidak berubah. Mekanismenya, masing-masing pusat yang mengatur," sambungnya. Sementara itu, Kepala Dinas Keuangan Minsel Denny Kawaoan menyebut, alokasi pendidikan sesuai aturan harus mencapai 20 persen dari jumlah APBD.

Dia pun memastikan telah mematuhi meski belum representatif. Namun soal besaran, dia mengaku masih harus menunggu kementerian terkait soal penentuannya. "Belum semua kita tahu berapa per itemnya, karena itu sesuai takaran pemerintah pusat semisal dana BOS dan lainnya," tandasnya.

Sementara itu, APBD 2018 Kota Bitung hampir mencapai Rp 1 triliun, atau sekira Rp 959 miliar. Pun salah satu program prioritasnya adalah bidang pendidikan. Diketahui, untuk alokasi dana pendidikan tahun 2018 mendatang sekira Rp 127 miliar.

Hal ini melingkupi belanja langsung sekira Rp 22 miliar, sisanya belanja tidak langsung. “Tahun  depan, sekira Rp 127 miliar dialokasikan. Untuk belanja langsung sekira 22 miliar. Angka ini belum final, karena masih akan dievaluasi di tingkat provinsi,” terang Kepala Dinas Pendidikan Bitung Julius Ondang.

Pun untuk dana bidang pendidikan saat ini, terang Ondang, sudah dilaksanakan di berbagai sektor. “Seperti rehab dan pembangunan gedung sekolah. Ada juga pengadaan meubeler, pun bantuan bagi anak putus sekolah. Selain itu, untuk pembayaran tunjangan sertifikasi, dari alokasi DAK,” paparnya.

Terkait hal ini, operasional kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Minahasa ditunjang dana sebesar Rp 219 miliar sepanjang tahun. Dari jumlah anggaran yang berasal dari APBD tersebut, kemudian dialirkan ke masing-masing pos. Diantaranya, belanja langsung Rp 5,1 miliar. Sementara, sisanya sebesar Rp 213,9 miliar dialokasikan untuk belanja tidak langsung.

Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Arody Tangkere mengatakan, pihaknya proaktif melaksanakan peningkatan kualitas tenaga dan peserta didik. "Seperti program pendidikan anak usia dini, wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun, pendidikan non-formal serta peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan," urai Tangkere.

Selain itu, pihaknya terus berupaya melakukan proses pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tepat waktu. Olehnya, dirinya menargetkan untuk penyaluran dana BOS triwulan IV tahun ini. Sehingga peningkatan kualitas dan kapasitas peserta didik dan fasilitas penunjang bisa berjalan. "Jadi untuk SMP sebesar Rp 1.000.000 dikalikan jumlah siswa. Nah, untuk SD sebesar Rp 800.000 sama juga dikalikan jumlah siswa," paparnya.

Untuk APBD 2018, diusulkan anggaran sebesar Rp 325 miliar. Rencananya, masih akan dievaluasi bersama dengan anggota dewan DPRD. "Karena hitungan tahun depan, sekolah swasta juga masuk dalam perencanaan anggaran. Tapi jumlah tersebut masih bisa berubah, karena masih akan dievaluasi bersama baik internal dinas dan DPRD," tutupnya. (tim mp/vip)

Kirim Komentar