06 Des 2017 09:49
Revolusi Kualitas Guru, Evaluasi Tunjangan Sertifikasi

Hampir 1 Triliun Sulap Pendidikan Sulut

MyPassion
Gamy Kawatu

MANADO—Pemerintah harus mulai fokus meningkatkan kualitas guru, bila ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluhkan kondisi pendidikan di Indonesia yang masih berada di peringkat ke-68 di antara negara-negara di dunia. Hal ini berbanding terbalik dengan Vietnam yang berada di peringkat delapan. “Indonesia menghabiskan 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan, sama seperti Vietnam. Tapi hasilnya sangat berbeda," keluh Mulyani.

 

Pernyataan Menkeu mendapat tanggapan dari sejumlah pakar pendidikan di Sulut. Menurut Pengamat Pendidikan Sulut Prof Dr Fince Oentoe MPd, guru yang sudah memiliki sertifikasi sebenarnya sudah dianggap mampu dan memiliki kualitas mengajar yang baik. “Karena saat Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLTG), guru-guru tersebut diajarkan bagaimana cara mengajar dengan baik. Namun, kenyataannya di lapangan berubah,” sorot dosen PGSD Unima tersebut.

Menurutnya, jika berbicara tentang kualitas guru, semuanya kembali pada pribadi guru itu sendiri. Jika guru tersebut memang berniat memajukan pendidikan, seharusnya kemampuannya dalam melakukan mengajar harus terus diasah, agar ilmu yang akan disampaikan kepada murid, bisa diserap dan diterima dengan baik. “Sertifikasi guru itu tujuannya baik untuk pendidikan di Indonesia. Hanya saja, pengawasan di lapangan yang masih sangat kurang, sehingga fungsi pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa belum berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dirinya pun mengimbau pada pemerintah di Sulut, agar benar-benar memperhatikan kondisi guru. “Kualitas dan kemampuan guru adalah prioritas utama,” tandasnya.

Terpisah, Pengamat Pendidikan lainnya, Dr Ronni Dumanauw mengatakan, guru-guru yang tersertifikasi harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip kerja guru. Diantaranya berkepribadian baik, bekerja secara profesional dan juga memiliki jiwa sosial. “Jika semua guru memiliki prinsip dasar ini, pendidikan di Sulut pasti akan maju. Dan akan banyak menghasilkan murid-murid berprestasi,’’ tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Gamy Kawatu SE MSI mengatakan, untuk terus mendongkrak kemajuan dunia pendidikan di tanah Nyiur Melambai, tahun ini biaya pendidikan di Sulut sebesar Rp 830 miliar. Sementara di tahun depan biaya pendidikan mengalami peningkatan sebesar 20 persen menjadi Rp 991 miliar, atau hampir 1 Triliun. “Tapi sudah termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” sebut Kawatu dikonfirmasi semalam.

Sedangkan terkait pemberian sertifikasi kepada guru, katanya memiliki dua fungsi. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta untuk kesejahteraan guru itu sendiri. “Sesuai normatif, pemberian sertifikasi ini untuk memotivasi guru tersebut bekerja dengan keras dan memiliki kemampuan mumpuni,” harapnya.

Dikda Sulut terus kerja keras membenahi kualitas guru. Kawatu pun menegaskan, kemampuan para guru akan terus dilatih untuk menambah kemampuan mengajar. “Ke depan kami akan terus menerapkan aturan ketat bagi para guru. Agar kemampuan mereka dapat meningkat, karena jika guru kita hebat maka siswa kita juga cerdas,” tandas Kawatu.

Untuk menguji kemampuan guru, ada Ujian Kompetensi Guru (UKG). Sementara, upaya lainnya untuk mendongkrak kualitas guru, diantaranya Dikda bekerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Kemudian menggelar Kegiatan Bimbingan Teknis kepada guru-guru di Sulawesi Utara, contohnya guru SMA/SMK. “Kegiatan yang diberi nama Bimtek Penguatan Kapasitas Guru Matematika, IPA dan Bahasa Inggris ini, merupakan salah satu program ODSK untuk menopang Pendidikan Sulut yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Lanjutnya, bukan hanya sarana dan prasarananya yang dibantu pemerintah, tetapi gurunya juga terus diberi penguatan agar ke depan kualitas mutu pendidikan di Sulut akan bagus. “Kami harapkan semua guru bisa memanfaatkan kesempatan ini. Sehingga yang menjadi tujuan dari program gubernur dan wakil gubernur kita dapat tercapai,” pungkasnya. (ayurahmi/gnr)

Kirim Komentar