06 Des 2017 15:18

20 Keluarga Tolak Bantuan RLH, Bupati: Ganti Saja!

MyPassion
Sehan Landjar

BOLTIM—Program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan turus dimaksimalkan, salah satunya bantuan rumah layak huni. Uniknya, Di Kabupaten Boltim, ada 20 keluarga yang menolak bantuan tersebut.

 

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Sosial Boltim Syaiful Umbolah. Menurutnya, dari 180 keluarga penerima manfaat, ada yang menolak untuk menerima. “Ada 20 keluarga yang tidak bersedia menerima, itu di Wilayah Bulauan dan Kotabunan,” ungkap Umbolah.

Umbola menjelaskan, meskipun mendapat anggaran yang cukup besar, alasan para penerima karena kurangnya anggaran untuk biaya kerja. “Bantuan kita Rp 17,5 juta. Rp 14 juta untuk bahan, dan Rp 3,5 juta untuk ongkos kerja," ungkapnya.

Mendapati alasan tersebut, Umbolah mengaku itu cukup mempengaruhi hasil kerja Dinsos yang menargetkan tahun ini, 180 unit RLH selesai dibangun. “Yang sedang dalam proses itu 160 unit. Untuk wilayah Modayag tidak ada masalah. Selain itu usahakan selesaikan tahun ini," jaminnya.

Umbolah menambahkan, 20 keluarga penerima bantuan tersebut, akan dilakukan penggantian kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan. “Kalaupun tidak mampu dikerjakan tahun ini, maka itu akan jadi SILPA. Yang pasti penerima akan kita ganti untuk tahun depan,” tambahnya.

Bupati Sehan Landjar menanggapi adanya masyarakat yang menolak bantuan RTLH. “Ganti saja. Bantuan ini sifatnya stimulan, jadi masyarakat harus swadaya untuk melakukan pekerjaan bukan hanya berharap pada bantuan ini,” tukas ketua DPW PAN Sulut ini.(cw-02/gnr)

Kirim Komentar