05 Des 2017 14:31
Butuh Asrama Hingga Beasiswa

Sulut Koleksi 40 Sekolah 3T

MyPassion
Gammy Kawatu

MANADO—Memiliki daerah kepulauan, Provinsi Sulawesi Utara punya sekolah yang berada di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T). Dari data, setidaknya ada 40 unit sekolah 3T yang tersebar di Sangihe, Sitaro, Talaud, dan Bolmong Raya. Sejumlah kebutuhan harus dipenuhi. Di antaranya asrama dan beasiswa. Anggota DPRD Sulut Ferdinand Mangumbahang mengatakan, sekolah-sekolah di Nusa Utara sangat membutuhkan bantuan.

 

Termasuk infrastruktur pendukung. “Setiap kali turun ke wilayah kepulauan salah satu keluhan adalah belum memadainya pelayanan pendidikan. Ini harus jadi catatan penting Pemprov di 2018,” tegas legislator dapil Nusa Utara ini. “Asrama dan beasiswa itu sangat penting. Harus diadakan tiap tahun untuk memenuhi kebutuhan mereka,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sulut Gammy Kawatu mengatakan, tahun depan akan dibangun lima asrama untuk sekolah 3T. Pun anak-anak yang berprestasi dan tergolong keluarga miskin di daerah tersebut akan ditarik di sembilan sekolah di Manado.

“Mereka juga mendapatkan bantuan dana alokasi khusus, serta pembangunan asrama di Sangihe, Talaud, dan Bolmong. Karena SMA dan SMK di beberapa daerah terbatas bahkan ada di kepulauan tidak memiliki SMA,” ucapnya. Lanjutnya, 3T menjadi prioritas apalagi itu masuk dalam program pembangunan pendidikan dari Gubernur Sulut. Di mana setiap tahun ada 40 anak dibiayai pemerintah full untuk lanjutkan sekolah.

Guru Garis Depan (GGD) Asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengajar di Kepulauan Talaud Kecamatan Nanusa Emi Amalo menjelaskan, GGD adalah bentukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang harus siap ditempatkan dimana pun yakni di daerah yang sangat tertinggal dan terluar dari Indonesia. “Untuk Kabupaten Talaud masih banyak sekolah yang harus diperhatikan bahkan ada pulau yang tidak memiliki sekolah tingkatan SMA sederajat, tenaga pendidik juga kurang,” ucapnya sembari menambahkan daerah Pulau Kakorotan, Pulau Karatung, dan Beo adalah daerah 3T yang haus pendidikan.

“Ada juga murid saya yang sekolah di Nanusa dan harus datang dari Pulau Marampit karena ingin sekolah. Yah, kalau cuaca buruk selama seminggu pasti dia tidak sekolah karena harus berangkat menggunakan jalur laut. Jadi kalau pemerintah ingin membuat asrama itu sangat bagus dan kami sebagai Guru Garis Depan akan sangat bersyukur,” pungkasnya. (ctr-03/gel)

Kirim Komentar