05 Des 2017 15:27
Bupati: Dilarang Pakai Pihak Ketiga

Program RLH Diduga Bermasalah

MyPassion

BOLTIM—Program pembangunan bantuan Rumah Layak Huni (RLH) di Kabupaten Boltim diduga bermasalah. Pasalnya, sistem pencairan disinyalir tak langsung ke penerima manfaat.

 

Hal ini mendapatkan tanggapan dari Bupati Sehan Landjar. Dirinya menegaskan, Dinas Sosial tidak boleh menggunakan pihak ketiga dalam proses pencairan bantuan RTLH. “Tidak boleh gunakan pihak ketiga. Ini bantuan bahan rumah," tukas Landjar saat melakukan sidak di kantor Dinas Sosial.

Landjar mengatakan bantuan RTLH di Boltim masuk kategori tertinggi di Indonesia, dibandingkan daerah lainnya. “Daerah lain bantuannya hanya Rp 10 juta, dan tertinggi Rp 15 juta. Tapi kita berikan Rp 17,5 juta, itu pun usulan pertama lebih dari itu,” ungkap Landjar.

Menanggapi penyataan Bupati, Kepala Dinas Sosial Syaiful Umbola mengungkapkan, bantuan RLH tidak disalurkan langsung kepada penerima bantuan. “Langsung ke rekening penerima,” ujarnya saat disidak bupati. Dirinya juga menjelaskan, setiap penerima mendapat bantuan sebesar 17,5 juta dengan pembagian Rp 3,5 juta untuk upah tukang, dan 14 juta untuk bahan. “Untuk pihak ke tiga yang akan bekerja sama, kita serahkan kepada penerima. Kita hanya melakukan pengawasan,’ tandasnya.

Namun dari penelusuran, didapatkan fakta di lapangan tak sesuai penjelasan Dinas Sosial. Pasalnya, sejumlah bantuan RLH mengaku tidak menerima langsung uang melalui rekening. Salah satunya Ainan Modeong yang mengaku tidak memiliki rekening. Itu pun bantuan upah tenaga tukang yang kita terima baru 500 ribu. “Bahan seperti seng, semen, batako kita tinggal menerima. Kita pun tidak kenal siapa yang mengantar bahan bangunan tersebut,” ujar warga Tutuyan ini saat diwawancarai harian ini.

Begitu juga Kepala Desa Bulauwan Dua Namria Paputungan. Dirinya mengatakan, warganya yang menjadi penerima mengeluh karena bahan kayu kondisinya sudah rusak. “Ada warga penerima datang mengeluh. Makanya saya pertanyakan ke Dinas Sosial," jelasnya.

Terpisah, Kabid Fakir Miskin Nigma Mokoagouw menjelaskan, bantuan diberikan kepada penerima melalui rekening. Namun, menurutnya ada sejumlah penerima yang belum terima kwitansi pembayaran. Menurutnya, penyaluran bantuan menggunakan jasa penyedia, namun bukan pihak ketiga.

Penyedia ini yang menyediakan terlebih dahulu bahannya dan diantarkan ke penerima. “Kita tidak menggunakan pihak ketiga. Nanti ketika pekerjaan selesai, anggaran masuk ke rekening penerima lalu penerima yang melakukan pembayaran,” jelasnya.

Sekab Boltim Muhamad Assagaf memberikan tanggapan terkait rawannya proses yang dilakukan Dinas Sosial. Dirinya menegaskan, akan memerintahkan Dinas Sosial segera mengirim anggaran bantuan ke penerima. “Supaya tidak bermasalah. Tapi, pencairan harus mendapatkan rekomendasi sesuai tahapan pekerjaan RLH yang sudah selesai. Tidak selesai, maka anggaran jangan dicairkan, kita blok di bank,” pungkas Assagaf.(cw-02/gnr)

Komentar
  • MyPassion

    Tommy
    20 Des 2017 15:45

    I really enjoy simply reading all of your weblogs. Simply wanted to inform you that you have people like me who appreciate your work. Definitely a great post. Hats off to you* Hotmail Sign In
Kirim Komentar