05 Des 2017 10:16
Bersua Pendeta Jefri Tambayong

Pernah Diancam Bandar Narkoba, Tetap Setia Melayani

MyPassion
AKTIF MELAYANI: Meski disibukkan dengan berbagai kegiatan pemberantasan narkoba. Berkumpul bersama keluarga tetap menjadi prioritas Pendeta Jefri Tambayong.

Putra Sulut ini, selain aktif sebagai pendeta. Dirinya juga aktif dalam kegiatan memerangi Narkoba di Indonesia. Berikut wawancaranya saat ditemui Manado Post.

Laporan: Rangga Mangowal, Jakarta Timur

“SAYA mulai terjun di dunia pemberantasan Narkoba itu sejak tahun tahun 1995. Diawali dari Baksos, penjangkauan anak-anak jalanan dan sebagainya,” kata Tambayong membuka pembicaraan kami.

Tahun 1998 dirinya bersama rekan-rekannya mendirikan LSM Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM). Kemudian, baru tahun ini jadi ormas dan diganti jadi Bakornas Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM). “Diganti namanya karena dalam lima tahun terakhir, mereka sudah punya panti rehabilitasi,” ungkap Tambayong saat dikunjungi di ruang kerjanya di kantor pusat GMDM di Pondok Kopi, Jakarta Timur, Senin (4/12).

Putra asli Minahasa ini pun masih aktif melayani sebagai gembala sidang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kemuliaan Kasih Agape, yang terletak berhadapan dengan kantor GMDM. “Ayah pelaut, asli dari Amurang Minsel dan ibu Warembungan. Namun dengar cerita opa saya adalah seorang insinyur asli dari Belanda namanya Fredy Van Beten. Saya lahir di Jakarta, tapi waktu kecil pernah balik ke Manado, tinggal dengan opa dan oma di Amurang selama 4 tahun dan sempat sekolah SD di Amurang. Setelah itu kami ke Pontianak dua Tahun, baru balik ke Jakarta sampai sekarang,” ujar pria berperawakan orang barat tersebut.

Latar belakang Tambayong terjun ke dunia pemberantasan Narkoba sejak dirinya muda, diungkapkan karena pernah terlibat dalam dunia kriminal sejak masih berusia 17 tahun. “Memang diawali dari perjalanan hidup saya di masa lalu. Karena saya juga memang dahulu adalah orang terbuang. Kesaksian hidup saya dahulu pernah terlibat di segala macam kejahatan yang mempermalukan nama Tuhan. Merampok, mencuri, menjual senjata api dan lain-lain semua pernah saya lewati. Namun Tuhan rubah saya, menerima saya apa adanya, sehingga saya jadi pendeta sejak tahun 1985 dan aktif dalam pelayanan pengembalaan,” ungkapnya bersyukur.

Dirinya berkisah pada tahun 1998, dirinya bertemu dengan Arman Depari, yang saat ini merupakan Deputi Berantas BNN RI. Dari pertemuan itu, mereka mengambil komitmen untuk memberantas narkoba yang adalah biang kejahatan di Indonesia.“Saya diskusi dengan beliau dan saya lihat kok banyak anak-anak Tuhan, orang-orang Kristen yang menjadi pecandu dan bandar narkoba.

Jadi nama Matius, Markus, Lukas, Yohanes itu sudah tidak asing di dalam penjara. Sejak saat itu saya terpanggil, bagaimana supaya mereka tidak masuk penjara karena Narkoba. Dan kami dirikan GMDM bersama bapak Arman Depari. Puji Tuhan sampai saat ini GMDM sudah masuk tahun ke 10 dan sampai saat ini juga kami sudah beberapa kali dapat penghargaan dari pemerintah, swasta dan juga dari luar negeri,” cerita pria tiga orang anak ini.

12
Komentar
  • MyPassion

    karina safa
    05 Des 2017 11:34

    PENGAKUAN SAYA BERSAMA KELUARGAKU INI BUKAN CERITA ATAU PUN REKAYASA BENER-BENER TERBUKTI SAMA SAYA. Terima kasih sebesar-besarnya yang kami ucapkan kepada mbah warjoh yang telah memberikan keberhasilan dan keberuntungan bagi keluarga saya.berkat bantuan beliau saya sekarang sudah hidup tenang karena suamiku sudah punya usaha tambak yang luasnya sekitar 5 hektar kurang lebih. begitupun juga saya dirumah buka warung sembakau dan sekarang pun saya sekeluarga tidak di kejar-kejar hutang lagi. mulanya keluarga Kami di berikan angka gaib hasil ritual dari mbah warjoh yang sangat Jitu 100% dijamin tembus.sehingga keluarga saya sekarang merasa tenang lagi.sekali lagi terima kasih mbah jasamu dikeluarga saya tidak akan terlupakan.Jika anda butuh angka gaib hasil ritual mbah warjoh silahkan Tanyakan aja Pada mbah dinomer hp beliau di: 0851 4534 4218 atau silahkan KLIK DISINI Terima kasih.
Kirim Komentar