05 Des 2017 15:08

Minut Koleksi Pohon `Pemakan` Korban

MyPassion

//jdl//

Sudah Tua, Rawan Patah//sub//

MINUT—Minahasa Utara (Minut) masih memiliki koleksi pohon yang sering memakan korban. Terbukti, hampir setiap tahun, pohon yang ditanam sepanjang jalan Airmadidi – Kalawat selalu ada yang patah bahkan pekan lalu, kendaraan Sekretaris Dinas PU menjadi salah satu korban.

“Pohon tersebut butuh peremajaan, jangan sampai dibiarkan begitu saja. Apalagi saat cuaca ekstrem, kami mulai takut melewati jalan tersebut,” keluh Erik Setiawan salah satu pengendara sepeda motor.

Lanjutnya, sebaiknya ada tindakan dari dinas terkait untuk memangkas ranting pohon yang rapuh. “Kita tidak tahu kapan pohonya tumbang. Jadi, sebaiknya pemerintah segera menindak lanjuti dengan memangkas, sebelum ada korban selanjutnya,” katanya Senin (4/12) kemarin.

Senada disampaikan Edward, warga Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi. Dirinya mengeluhkan pohon yang selalu tumbang. “Pohon mesti dilakukan peremajaan. Minimal sebulan sekali. Karena pohon berada dijalan utama yang setiap hari pasti dilalui pengendara,” keluh Edward.

Diharapkannya, pemerintah secepatnya mengatasi masalah ini. “Karena ada juga pohon yang sudah sampai pada atap rumah warga. Dan jika terjadi hujan serta angina kencang. Sangat mengancam rumah warga. Bila pohon tumbang.

Sementara itu, Lurah Airmadidi Atas Altje Kamuh mengatakan beberapa bulan lalu, karena pohon sudah mengganggu kabel listrik, PLN sempat memangkas ranting pohon yang sudah menyatu dengan kabel.

“Saya terus menghimbau warga agar terus berhati-hati. Jika ada pohon masuk ke halaman rumah, kami akan sampaikan agar langsung menebang pohon yang mulai mengancam. Untuk pohon dijalan utama, nanti kami akan sampaikan kepada dinas terkait agar segera ditindaklanjuti,” kata Kamuh di kantor Kelurahan kemarin.

Terpisah, Camat Airmadidi Dolly Walukow saat dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah mengusulkan kepada dinas terkait untuk menindaklanjuti pohon tersebut. “Kami sudah usulkan untuk ditebang dan diganti pohon yang tidak terlalu besar. Agar tidak akan mengganggu aktivitas warga. Apalagi hingga memakan korban,” kuncinya. (lerby/ria)

Kirim Komentar