04 Des 2017 13:58

Dilarang Sakit, Boltim Kekurangan Obat

MyPassion
Ilustrasi

BOLTIM—Masyarakat dilarang sakit. Bukan tanpa alasan, saat ini stok obat-obatan di sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di Boltim sedang mengalami kekurangan bahkan kekosongan. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Farmasi, Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Boltim Siti Aisah Buntuan.

Dirinya mengungkapkan, stok obat-obatan di akhir tahun ini stok obat yang ada tinggal sedikit. “Sejumlah obat yang paling banyak dibutuhkan seperti paracetamol, amoxilin dan antibiotik bahkan sempat kosong,” ujarnya.

Namun, dirinya menjelaskan hal ini dikarenakan karena stok obat dari pusat yang tidak masuk ke agen distributor di Sulut. "Kita sudah cek ke distributor di Sulut. Obat tidak dikirim dari penyedia yang ada di Pusat,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, Dinas Kesehatan Boltim sudah melakukan order obat-obatan sejak Bulan Februari. Namun, hingga Desember obat tak kunjung masuk. "Kita sistemnya pesan menggunakan e-katalog. Dan kita sudah pesan sejak lama. Akibat tidak masuk, malah kita yang mengalami kekosongan,” bebernya.

Dirinya menambahkan, total anggaran yang disediakan oleh Dinas Kesehatan untuk obat-obatan mencapai Rp 1,7 miliar. “Sebagian obat sudah masuk sejak beberapa bulan lalu, karena sistem pembayaran kita barang harus masuk dulu baru pembayaran dilakukan," jelas Buntuan. Menurutnya, untuk mengatasi obat yang kosong, Dinas Kesehatan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk meminta bantuan stok.

Kepala Dinas Kesehatan Boltim Eko Marsidi membenarkan kalau stock obat mengalami kekosongan. Menurutnya, akibat dari tidak dikirimnya obat sesuai dengan pemesanan maka dilakukan penghentian order obat pada penyedia. “Kita langsung putuskan kontrak. Obat seharusnya masuk paling lambat bulan Agustus. Ada anggaran sekitar Rp 700 juta yang kita batalkan karena ini sudah bulan Desember,” ujarnya.

Marsidi menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan obat dari pasien yang masuk, dirinya akan berkoordinasi mengenai langkah penyediaan obat secepatnya. “Untuk sementara, jika memang kosong kita arahkan ke dokter umum dan apotik terdekat,” tandas Marsidi.(cw-02/gnr)

Komentar
Kirim Komentar