01 Des 2017 10:03
Gaghana, Ganggali, IvanSa Berjubah Kuning

Tetty `Rebut` Tiga Kader Banteng

MyPassion
Christiany Eugenia Paruntu

MANADO—Penampilan menarik tersaji dalam pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulut, Selasa (29/11) lalu. Dari 125 anggota struktur, terdapat dua mantan kader PDI Perjuangan yang dilantik bersama Christiany Eugenia Paruntu (CEP). Diantaranya Jabes Gaghana mantan Ketua DPC PDI-P Sangihe dan Constantien Ganggali mantan Ketua PDI-P Talaud dan pernah berada di jajaran pengurus DPD PDI-P Sulut.

Kemudian tampil dengan kemeja kuning, warna kebesaran Golkar, Ivan Sarundajang (IvanSa) yang empat tahun silam diusung PDI-P di Pilkada Minahasa bersama Jantje Wowiling Sajow (JWS). Selang waktu tersebut, putra mantan Gubernur Sulut SH Sarundajang itu mengenakkan kemeja merah, bersama Banteng. Berlabuhnya beberapa mantan kader banteng tersebut kian memperkuat Golkar di tangan pemimpin baru CEP.

Wakil Ketua Bappilu PDI-P Sulut Lucky Senduk ketika dihubungi koran ini Kamis (30/11), menjelaskan setiap orang memiliki haknya masing-masing. “Dengan keadaan saat ini sebenarnya masyarakat sudah bisa meniai orientasi apa yang sebenarnya. Bisa dikatakan kalau yang seperti itu menunjukkan oportunis,” terang Senduk.

Sementara itu, Wakil Ketua Golkar Sulut Feryando Lamaluta menuturkan dengan bergabungnya dua mantan kader PDI-P dalam pengurusan merupakan proses dari Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) dan kerja tim formatur. “Masuknya mereka dalam barisan kepemimpinan Golkar di bawah Ibu Tetty berpengaruh pada kekuatan Golkar ke depan, apalagi di daerah kepulauan,” jelas Lamaluta. Harapan besar itu  bisa terwujud melihat kapasitas keduanya. “Karena kita mempersiapkan momen-momen politik ke depan, yakni Pilkada, Pileg, dan Pilpres,” terang Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan.

Pengamat politik Sulut Maxi Egeten menuturkan kejadian-kejadian seperti itu merupakan hal yang lumrah. “Hal yang biasa mempengaruhi seperti kepentingan dan orientasi kekuasaan yang sudah ditawarkan,” jelas Egeten. Ditambahkannya situasi seperti ini tentunya sudah tepat, dengan melakukan langkah konsolidasi dengan pengurus hingga akar rumput, juga dengan organisasi sayap Golkar. “Komunikasi internal dan eksternal sudah harus dijalankan sehingga bisa melakukan pola rekrutmen, selain karena Pilkada 2018, juga menghadapi Pileg 2019,” urai dosen Fispol Unsrat ini.(wan/gel)

Berita Terkait
Kirim Komentar