01 Des 2017 08:59

Sulut Kehilangan Putra Terbaik, Frits Eman Berpulang

MyPassion
BERDUKA: Keluarga besar dari Alm Frits Eman, ibadah penghiburan bersama warga Kawanua di Jakarta, Kamis (30/11) kemarin malam. Foto: Rangga Mangowal/MP

JAKARTA—Sulut kembali kehilangan sosok putra kebanggaannya. Frits Hendrik Eman, putra Minahasa asal sonder ini meninggal di kediamannya di Jalan Tulodong Bawah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/11) pukul 10.15 WIB. Pantauan Manado Post, karangan Bunga memenuhi ruang C Rumah Duka RS Kanker Dharmais, Jalan Let. Jend. S. Parman, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (30/11). Kumpulan karangan bunga dari para kolega serta Kawanua, terpampang di depan rumah duka.

Sedari siang hari, satu persatu pelayat berdatangan. Sekira pukul 16.00 WIB, para Kawanua yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) berkumpul. Mereka datang menghibur keluarga yang berduka lewat ibadah malam penghiburan. Terlihat ikut hadir ibadah penghiburan sosok mantan Menteri Perhubungan EE Mangindaan dan juga Ketum Partai Damai Sejahtera Telly Kasenda.

Selaku sahabat seperjuangan EE Mangindaan mengungkapkan, sosok Alm Frits Eman merupakan sosok yang patut dijadikan contoh bagi generasi penerus. “Yang saya lihat beliau adalah seorang pejuang. Tidak mengenal lelah dalam berjuang dan rela berkorban. Selain pejuang beliau seorang politikus yang handal karena pernah sama-sama dulu di MPR. Kemudian beliau seorang yang berhasil dalam dunianya yaitu bisnis.

Orangnya religius dan juga saya banyak belajar dari beliau. Jadi beliau ini adalah sosok Putra daerah yang layak dan patut untuk dijadikan teladan oleh generasi sekarang ini. Saya juga turut kehilangan sosok yang begitu menginspirasi ini, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ungkapnya.

Senada disampaikan Telly Kasenda. Menurutnya almarhum memang putra sulut yang patut dibanggakan. “Meski beliau dan saya terpaut jauh umurnya, tapi saya kenal baik beliau waktu di Surabaya. Beliau adalah sosok yang tegas dan punya jiwa pejuang yang tinggi. Terbukti beliau bisa mengharumkan nama orang Manado, jadi menurut saya beliau adalah sosok yang patut di contoh untuk orang-orang muda khususnya dari Manado,” tandasnya.

Mewakili keluarga Chenny Lantang mengungkapkan, sosok Frits Eman sangat ramah serta penyayang. “Penyayang namun tegas, terlebih kepada saudara. Bagi sesama Kawanua, beliau selalu menjalin hubungan dan berorganisasi,” tuturnya.

Terkait pemakaman, katanya sesuai rencana akan dibawa ke Surabaya baru ke Sonder, Minahasa untuk dimakamkan. “Ya memang karena sudah umur. Bagi keluarga ini memang berat kehilangan sosok yang membanggakan, namun dengan adanya para kawanua yang hadir, kami terhiburkan. Namun tetap di atas semuanya Tuhan sumber penghiburan yang ajaib bagi kami keluarga,” tutupnya.

Sosok almarhum yang tak hanya sukses dalam dunia bisnis, namun juga mengedepankan pendidikan. Terbukti beliau sukses mendirikan Yayasan Pendidikan Udatin yang saat ini telah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi di Surabaya. Itu didirikan tahun 1951 dan masih berjalan sampai saat ini.

KKK yang di wakili Ketua Organisasi Keanggotaan dan Kelembagaan KKK Teddy Matheos mengungkapkan, almarhum adalah tokoh Kawanua yang sangat dikenal aktif dalam organisasi KKK semasa hidup. “Banyak prestasi yang beliau capai bersama KKK. Beliau juga berjasa mengharumkan orang Manado di ibu kota. Beliau juga perintis otomotif di Indonesia dengan produk Holden. Dan juga beliau bisa dikategorikan salah satu konglomerat di Indonesia,” sebut Matheos.

Katanya, warga Kawanua bangga memiliki sosok yang begitu menginspirasi. “Saat ini Kawanua juga sangat berduka dengan kepergian beliau. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan penghiburan oleh Tuhan,” pungkasnya. Diketahui almarhum Frits Eman yang lahir di Manado 18 Januari 1927, meninggal karena sudah masuk usia senja, yaitu berusia 90 tahun.(tr-06/gnr)

Kirim Komentar