29 Nov 2017 09:32

Predator Seks Ancam Siswa

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Orang tua harus waspada. Predator seks mengancam anak sekolah. Tak sedikit kasus penculikan berbuntut pencabulan anak di bawah umur terjadi. Sasaran para predator seks ini adalah anak SD. Karenanya, orang tua dan pihak sekolah harus waspada. “Orang tua wajib menjemput anaknya atau wali yang sudah dipercayakan dari orang tua,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Dr Deysie Lumowa kepada koran ini, tadi malam.

Sedangkan untuk sekolah, lanjutnya, diingatkan untuk meningkatkan pengawasan dalam keamanan. “Diperketat lagi, mungkin bisa berhubungan lewat telepon untuk penjemputan anak atau wali orang tua siswa. Agara bisa menghindari kejadian yang tak diinginkan lagi,” katanya. “Sayang sekali kalau anak kita pulang sekolah dan tak tau siapa yang menjeputnya, jadi lebih waspada orang tua siswa dan tingkatkan keamanan sekolah,” pungkas mantan Kepala SMAN1 Manado ini.

Terpisah, pengamat pendidikan Prof Syamsi Pasandaran menganggap, fenomena ini perlu disikapi serius dunia pendidikan. Sekolah harus menjamin anak-anak tetap di lingkungan sekolah selama jam sekolah. “Mata pelajaran tidak boleh kosong, harus terus diisi. Jangan biarkan siswa bebas berkeliaran di luar,” imbaunya.

Selain itu, sekolah perlu mengenal siapa saja yang dapat berinteraksi dengan anak-anak. “Para pedagang mau pun sopir minimal sekolah tau siapa mereka. Kalau perlu yang mau jual harus di dalam pagar sekolah, biar anak-anak tetap ada dalam pengawasan,” katanya.

Ia pun mengungkapkan petugas keamanan harus dioperasikan untuk awasi siswa saat istirahat atau ketika pulang sekolah. “Sekolah harus menjamin anak-anak pulang dengan aman,” katanya.

Karena itu kerjasama sekolah dengan orangtua siswa dan masyarakat harus lebih erat lagi. “Harus saling koordinasi demi keselamatan anak,” kuncinya. (fgn)

Kirim Komentar