28 Nov 2017 09:40
Penerangan Primadona

Turis Roketkan Pajak Restoran dan Hotel

MyPassion

MANADO—Sumbangan wisatawan atau turis di Kota Manado terlihat di penerimaan pajak Kota Manado. Pajak hotel dan pajak restoran lampaui target. Pajak hotel yang ditargetkan Rp 23,5 miliar, hingga Oktober sudah berada di angka Rp 25,3 miliar atau 108.06 persen. Kemudian pajak restoran dari target Rp 56,8 miliar capai hingga Rp 59 miliar atau dihitung dengan persentase 104,03 persen. Sementara pajak penerangan menjadi primadona Pemkot karena memiliki target paling besar Rp 56,7 miliar dengan capaian Rp 48,9 miliar.

 

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi (BP2R) Kota Manado Drs Harke Tulenan, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Pajak dan Retribusi BP2R Recky Pesik mengatakan, kenaikan drastis pajak hotel dan restoran tersebut dampak dari kunjungan turis ke Manado. “Sektor pariwisata yang bergeliat memberi dampak pada penerimaan pajak,” sebut Tulenan.

Sektor pajak BPHTB yang juga melampaui target karena banyak transaksi jual beli tanah serta bangunan tahun ini. “Sebab BPHTB dikenakan 5 persen dari harga transaksi. Kemudian parkir juga lampaui target karena denda yang dijatuhkan pemerintah kepada pengelola parkir yang tidak membayar sesuai penetapan pajak," jelasnya.

Dia mengatakan, berdasarkan evaluasi semua target sektor pajak  pada 2018 dinaikkan dari Rp 227 miliar menjadi Rp 244 miliar. "Kami sudah mengevaluasi karena ada objek pajak baru yang belum tergarap dengan baik. Makanya mulai tahun ini kami akan mendata," ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Manado Nortje Van Bone meminta BP2R memaksimalkan penagihan pajak yang belum mencapai target. Karena waktu yang tersisa tinggal satu bulan efektif. "Cari inovasi supaya penagihan pajak berjalan lancar dan target yang ditetapkan  bisa tercapai. Karena PAD dari pajak sangat penting untuk menopang pembangunan Kota Manado," tandasnya.(ite/gel)

Kirim Komentar