28 Nov 2017 09:31

Tarsius Tumpara Setia dengan Pasangan

MyPassion

TARSIUS Tumpara adalah hewan yang setia dengan pasangan dan kelompoknya. Karena hidup berkelompok, ikatan emosional sangat kuat. Ketua Komunitas Pencinta Alam Sitaro Buyung Mangangoy mengungkapkan, Tarsius Tumpara hidup saling menjaga. Tak akan dijumpai tarsius berjalan sendiri. Lebih hebat lagi kesetiaan pada pasangan. “Ia bisa saja bunuh diri bila pasangannya mati. Saya pernah melihat seekor tarsius membentur-benturkan kepalanya karena pasangan tertabrak mobil,” kenang Buyung yang ditemui keesokan harinya di kantor Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Kepulauan Sitaro.

 

Derek yang banyak menjumpai hewan endemik ini juga menyaksikan rasa sayang Tarsius Tumpara pada anaknya. “Ia akan mendukung anaknya dan membawanya kemanapun mereka pergi,” katanya. Selain itu lanjutnya, ketika mendapatkan makanan, mereka seperti saling memanggil memberi tanda. “Mereka akan bersuara memanggil pasangannya dan kelompoknya memberitahukan di daerahnya ditemukan makanan,” tutupnya.

Salah satu peneliti Dr DW Kamagi punya istilah sendiri untuk suara bersahutan Tarsius Tumpara. “Perilaku komunikasi mereka biasa kami sebut sebagai duet song, biasanya untuk saling merayu antar pasangan, jantan maupun betina ataupun ketika adanya mangsa dan predator,” ungkap dosen jurusan biologi di Fakultas MIPA Unima ini.

Dari penelitiannya, Kamagi mengungkapkan usia Tarsius Tumpara paling lama 12 tahun bila tak menghadapi ancama perburuan. “Ukuran tubuh Tarsius kurang lebih segenggaman tangan orang dewasa, dengan ekor yang lebih panjang daripada badannya. Banyak yang ingin menjadikannya hewan peliharaan,” katanya. Sejak lahir, hewan ini sudah mempunyai kemampuan memanjat. Tarsius sendiri memiliki masa kehamilan 100 hari. “Jumlah kelahiran dalam sekali melahirkan hanya 1-2 ekor,” ujarnya.(*)

Berita Terkait
Komentar
Kirim Komentar