28 Nov 2017 09:34

#SAVETUMPARA

MyPassion

TARSIUS Tumpara merupakan salah satu daya tarik wisata unggulan di Siau. Banyak wisatawan yang ke Siau karena ingin melihat spesies ini. Sayang, populasinya terancam karena perburuan dan habitatnya dekat dengan perkebunan warga. Jumlahnya sekarang hanya berkisar 500 ekor. “Masyarakat belum sadar dengan pentingnya kehadiran hewan ini,” ungkap Buyung. Meski tak takut berjumpa manusia, namun Tarsius Tumpara tak suka kebisingan.

“Kami berusaha edukasi peran tarsius bagi warga,” ujarnya. Keberadaan Tarsius Tumpara bukan hanya menguntungkan dari sektor pariwisata. Tarsius Tumpara juga membantu masyarakat dengan memakan salah satu hama yang sangat berpengaruh terhadap kesuburan pala. Ditengarai, itulah yang membuat pala Siau berkualitas A dan terbaik di dunia. Ia mengimbau masyarakat tidak memegang Tarsius Tumpara. “Karena mereka sangat rentan terserang penyakit.”

Kepala Dinas Parisiwata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sitaro Drs Eddy Salindeho MSi saat ditemui membenarkan hal tersebut. “Kami juga mulai edukasi masyarakat bekerjasama dengan dinas lingkungan hidup dan kehutanan,” ujarnya.

Eddy melanjutkan mereka terus berupaya agar lingkungan habitat dimana tarsius hidup agar tetap terjaga. “Jangan ada penebangan pohon dan kegiatan lain yang menganggu habitat hewan ini,” imbuhnya. Ia mengatakan Tarsius Tumpara merupakan prioritas wisata. “Rata-rata wisatawan asing yang datang selain untuk diving juga tujuannya untuk melihat langsung hewan endemik ini,” tutupnya. (*)

Komentar
Kirim Komentar