27 Nov 2017 09:09
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat Prof Grace Kandou

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pencegahan Rabies Dengan Edukasi Kesehatan di Kabupaten Minahasa

MyPassion

PENYAKIT anjing gila atau yang dikenal dengan ‘rabies’ merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang susunan saraf pusat dan disebabkan virus rabies yang ditularkan melalui Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR). Seperti anjing, kucing, dan kera. Penyakit ini dapat menular ke manusia, karena gigitan hewan-hewan tersebut. Penyakit rabies sering diakhiri dengan kematian jika penanganannya terlambat karena Case Fatality Rate (CFR) rabies mencapai 100%, sehingga mengakibatkan rasa takut dan cemas bagi orang yang digigit HPR. Serta menimbulkan kekhawatiran dan keresahan bagi masyarakat pada umumnya.

Provinsi Sulawesi Utara sangat rawan terhadap serangan penyakit rabies. Hal ini disebabkan banyaknya anjing yang menyebar di 15 kabupaten/kota. Kabupaten Minahasa merupakan kabupaten/kota dengan jumlah kasus GHPR tertinggi pada tahun 2016. Dalam tatalaksana cuci luka, masih ada masyarakat yang menaruh ‘lemong’ ataupun cuka ke luka ketika digigit HPR. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan pertolongan pertama pada rabies berdampak pada peningkatan kasus GHPR dan rabies.

Karenanya, dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kawangkoan sebagai rabies center di Kabupaten Minahasa. Praktik tatalaksana cuci luka yang baik dan benar sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Program Penanggulangan Rabies diajarkan dalam kegiatan yang telah dilaksanakan disertai pelatihan kader dan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan rabies pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kawangkoan. Cara mencuci luka akibat GHPR yang benar, yaitu luka gigitan pertama dibersihkan menggunakan air yang mengalir dan sabun selama 10-15 menit.

Kemudian, luka gigitan diberikan antiseptik berupa iodine/betadine/alkohol 70%. Setelah itu, harus segera mengunjungi Puskesmas/Rumah Sakit/Tenaga Kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan rabies, sehingga akan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat rabies di Kabupaten Minahasa.(***)

Komentar
  • MyPassion


    06 Jan 2018 11:11

Kirim Komentar