24 Nov 2017 09:35
Lulusan Harvard yang Dalami Budaya China

Putra Minahasa-Bolmong Jabat Dekan di Universitas Indonesia

MyPassion
Adrianus Waworuntu

Tak salah bila banyak orang menilai orang Sulawesi Utara pintar-pintar. Doktor Adrianus Waworuntu salah satu buktinya. Lulusan Harvard yang fokus dalami budaya China.

 

Laporan: Rangga Mangowal, Depok

DR Adrianus Waworuntu menyambut hangat kedatangan wartawan koran ini di ruang kerjanya, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, Depok. Sosok intelek dan bersahaja ini akrab berkisah tentang pengalamannya tinggal di Manado serta pendidikannya. Ketertarikannya pada budaya China sudah dimulai sejak remaja. Justru di saat hubungan Indonesia-China masih tertutup. Namun, bagi pria asal Minahasa-Bolaang Mongondow ini, budaya China sangat khas. Berkarater.

"Mengapa saya memilih mempelajari budaya China itu berawal dari tahun 1978. Waktu itu saya sangat tertarik tentang apa itu China, yang memang saat itu masih misterius karena tahun 1978 China belum ada hubungan dengan Indonesia, masih tertutuplah. Dan juga saya sangat tertarik untuk memahami masyarakat Cina yang ada di Indonesia, termasuk tulisannya, sastranya, sejarahnya, jadi sangat menarik menurut saya," ungkap ayah dua anak ini.

Karena ketertarikannya ini, Waworuntu memantapkan niatnya untuk mendalami budaya Negeri Tirai Bambu. Tamat dari SMA di Pangudi Luhur Jakarta, dia melanjutkan ke Fakultas Sastar Universitas Indonesia (UI). Karena keinginannya untuk terus belajar didukung otak yangn encer, pria yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Manado ini mendapatkan beasiswa.

Bukan di sembarang universitas. Dua tahun dia mengenyam studi strata 2 di Harvard University di Massachusetts, Amerika Serikat. "Saya lulus untuk program study Cina. Setelah itu saya dapat Beasiswa untuk S2 di Harvard untuk Chinese Studies, East Asia China tahun 1990 sampai 1992,” katanya.

Setelah lulus, dia kembali ke UI dan mengajar. Dua tahun kemudian, Waworountu menghabiskan waktu di Australia. Dia kembali menempuh pendidikan selama empat tahun. Lagi-lagi beasiswa. “Tapi sebelum selesai saya balik ke Jakarta dan akhirnya saya luluskan S3 di sini tahun 2011," ceritanya pada wartawan koran ini.

Masa kecilnya sempat dia habiskan di Manado. TK hingga kelas 5 SD. “Tahun 1971 kami sekeluarga balik ke Jakarta, kota kelahirannya. "Saya asli Sulut tapi saya sendiri lahir di Jakarta. Ayah Waworuntu, mama Manoppo dari Bolaang Mongondow. Setelah menikah, mereka datang ke Jakarta tahun 1957. Waktu itu pecah Permesta di Sulut sehingga mereka tidak bisa pulang, jadi saya lahir di Jakarta," terang menantu  Fuad Hassan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Soeharto.

Waworuntu pun mengisahkan sejarah keluarganya. "Jadi memang ada sedikit cerita zaman Belanda dulu. Sebenarnya opa saya Gerung dan oma yang Waworuntu. Waktu ayah saya mau masuk sekolah guru, waktu zaman Belanda dulu ada beberapa marga yang sudah disamakan dengan kelas Belanda. Tak hanya disamakan tapi juga diresmikan menggunakan semacam sertifikat. Keluarga Waworuntu itu dulu sudah disamakan sehingga ayah saya berhak pakai Waworuntu. Sejak saat itu dari opa sampai saya pakai fam Gerung-Waworuntu, tetap pakai juga marga ayah di depannya. Tapi sampai sekarang Waworuntu yang banyak orang tahu.”

Sementara ibunya dari Kotamobagu. Masih keturunan Raja Bolaang Mongondow. “Bapak dari Ibu saya adalah dua raja terakhir di kerajaan itu sebelum bergabung dengan Indonesia,” tambahnya.

Wibawa serta kualitas pendidikannya yang tak bisa dianggap remeh membuat pria berpostur tinggi ini dipercayakan menjadi Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI untuk kedua kalinya. "Di UI tahun 2000 sampai 2004 saya jadi Kaprodi Budaya China. Kemudian jadi wakil dekan II, setelah itu 2013 saya dipercayakan jadi Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Dan alhamdulilah ini terpilih untuk kedua kalinya," katanya.

Lanjut, baginya menjabat dekan adalah benan tambahan. "Saya sebenarnya berkeinginan untuk menjadi ahli China dengan penelitian dan pengajaran. Tetapi leadership di fakultas ilmu pengetahuan budaya butuh terobosan-terobosan. Nah, di situ saya tertantang untuk mencoba melamar menjadi dekan dan alhamdulilah saya diperkenankan," tambahnya.

Meski sibuk, namun setahun sekali, dia pulang kampung halaman di Desa Paso, Minahasa. “Karena kebetulan ada adik dan kakak saya di desa Paso jadi saya sering berkunjung," ungkapnya.

Menutup percakapan saat itu, Waworuntu memberikan sedikit motivasi untuk generasi muda Sulut. Menurutnya, Kawanua terkenal dengan percaya diri yang tinggi dan mampu beradaptasi di tempat manapun. Namun hal tersebut harus dibarengi dengan intelektual dan integritas sehingga pendidikan sangatlah dibutuhkan.

"Secara umum saja yaitu dengan pendidikan dan integritas yang baik. Saya rasa dengan dua itu semua bisa sukses di segala bidang. Jadi dalam mengejar karir jangan dikejar uangnya atau pekerjaannya tetapi do your best, karena kita sendiri yang tau dan memahami sampai di mana kekuatan dan kemampuan kita," pungkasnya.(***)

Komentar
  • MyPassion

    DUKUN PESUGIHAN
    29 Nov 2017 11:36

    buat saudara yang punya permasalahan ekonomi yang ingin di bantu melalui jln pesugihan uang gaib,togel jitu silahkan hub nyai ronggeng di nohp 085-286-344-499 atau kunjungi situs web di http://pesugihanuanggaibsakti.blogspot.com/ silahkan buktikan sendiri karna saya sudah membuktikannya.
Kirim Komentar