24 Nov 2017 13:19
Warga Bosan Bolak Balik Disdukcapil

Ada E-KTP Tertahan Dua Tahun

MyPassion
Ilustrasi

BOLTIM—Penerbitan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) masih bermasalah di sejumlah daerah, tak terkecuali di Boltim. Sesuai informasi, ada warga yang sudah melakukan perekaman namun sudah dua tahun kartu identitas kewarganegaraan itu belum juga didapatkan.

 

Hal ini diungkapkan Kepala Desa Atoga Timur Kano Ngato, saat melakukan kegiatan bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Boltim, Kamis (23/11) kemarin. “Sudah dua tahun, salah satu warga saya bahkan aparat desa saya, belum juga mendapatkan E-KTP. padahal sudah merekam,” tukas Ngato.

Dirinya pun meminta agar Disdukcapil bisa melakukan pelayanan dokumen kependudukan sampai ke tingkat kecamatan. Pasalnya, dirinya mengaku harus bolak-balik ke Disdukcapil, karena data yang dikembalikan dari Capil banyak yang salah. “Satu minggu kita bisa empat kali bolak balik, kita harapkan ada tenaga dari dinas yang ditempatkan di kecamatan,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut didukung warga Desa Atoga. Mereka meminta ada pelayanan kependudukan yang berdekatan dengan wilayah tinggalnya. “Bosan dan lelah juga harus bolak-balik, kalau masih ada yang kurang datanya,” ungkap sejumlah warga kepada harian ini.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Boltim Rusmin Mokoagouw mengungkapkan, yang bersangkutan akan dipanggil untuk mengecek data. “Akan di cek dulu. Karena bisa saja, jika sudah dua tahun lebih ada perubahan data. Perekaman saat itu, bisa saja lupa melakukan back up data dan mengirimkan kosong ke pusat. Jika seperti itu, maka harus dilakukan perekaman ulang,” ungkap Mokoagouw.

Mokoagouw menambahkan, kejadian ini bisa saja menimpa masyarakat yang melakukan perekaman di tahun 2014 ke bawah. “Kita bahkan pernah didatangi Ombudsman, karena ada masyarakat yang melapor. Untuk itu, kita minta masyarakat melakukan pengecekan ulang di kantor dinas,” tambahnya.

Sementara itu, Mokoagouw mengaku saat ini dinasnya mengalami kekurangan tenaga kepegawaian. “Blangko KTP ada 6.000, dan tahun ini sudah keluar sekitar 3.000. Proses yang lama di pusat karena ada penunggalan nomor induk kependudukan,” tandasnya.(cw-02/gnr)

Komentar
Kirim Komentar