21 Nov 2017 10:05

Natalan Terancam Banjir, BMKG: Curah Hujan Memuncak Desember

MyPassion

MANADO- Waspada. Sulut terancam banjir di Bulan Desember. Warga yang mau merayakan Natal harus siapkan antisipasi. Saat ini, sudah mulai masuk tingkat curah hujan tinggi. Puncaknya, akan terjadi Desember hingga Januari. Curah hujan dengan klasifikasi tinggi, berjumlah 300-500 mm per bulan dan untuk intensitas sangat tinggi berjumlah >500 mm.

 

“Saat ini, sudah mulai berlangsung peningkatan curah hujan. Puncaknya, akan meningkat Desember dan Januari. Hujannya ada jeda, tidak setiap hari. Ini sudah menjadi tren di Sulut,” beber Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sutikno, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/11), kemarin.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat di daerah yang akan terjadi peningkatan curah hujan tinggi, agar lebih waspada. Khususnya, di Kabupaten Sangihe yang menjadi lokasi curah dan sifat hujan tertinggi. “Kiranya, mulai saat ini masyarakat di daerah kantong banjir atau di lereng perbukitan, agar mewaspadai bencana yang akan terjadi ketika peningkatan curah hujan,” harapnya. “Mulailah dengan peremajaan tanaman. Kalau ada pohon yang berpotensi roboh, agar bisa dipangkas secepatnya,” tambahnya.

Dijelaskannya pula, bencana mulai terjadi bukan karena adanya peningkatan curah hujan. Tapi perubahan lingkungan. Dulunya tempat penyerapan air, kini sudah menjadi permukiman atau jalan beraspal. Itu yang menyebabkan terjadi banjir. Kalau 15-10 tahun lalu walaupun curah hujannya tinggi, di Manado tidak terjadi banjir. Tetapi, beber Sutikno, 5-7 tahun terakhir ini ketika curah hujan meningkat, beberapa wilayah mulai digenangi banjir. “Itu terjadi karena perubahan lingkungan bukan karena peningkatan curah hujan,” tandasnya.

Lanjutnya, curah hujan masih akan berlangsung hingga Februari-Maret. Namun, intensitasnya menurun tidak seperti Desember-Januari. “Curah hujan mulai menurun, karena pada Februari-Maret adalah masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” sambungnya.

Di sisi lain, Sutikno sedikit menanggapi soal info NASA yang mengabarkan Manado masuk daerah terkena dampak mencair es di Kutub Utara. Dirinya menyarankan, agar masyarakat menunggu kebenaran info tersebut. “Tunggu saja informasi resmi BMKG. BMKG masih meneliti informasi tersebut, jika sudah ada kepastian isu tersebut, akan diklarifikasi kepada masyarakat lewat stakeholder maupun media. Walaupun di belahan dunia lain sudah terjadi, di Sulut kan belum,” paparnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut Noldy Liow mengimbau, masyarakat Sulut berhati-hati dengan segala potensi bencana yang bisa saja terjadi. Apalagi yang tinggal di bantaran sungai atau di sekitar gunung yang rawan longsor (lihat grafis, red). “BPBD Sulut selalu menginstruksikan pasukan agar siap siaga dengan segala kemungkinan terjadi. “Bila ada kejadian bencana alam, segera melapor ke pos resmi dan lebih berhati-hati,” pinta Liow.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulut Sri Intan menambahkan, menghadapi cuaca tidak menentu, agar terus waspada dengan bencana. “Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai ataupun di sekitar daerah rawan longsor agar terus mempersiapkan diri. Seperti baju dan makanan. Terpenting juga, yaitu surat-surat agar diletakkan di tempat yang aman, jauh dari air ataupun longsor,” beber Intan sembari menambahkan, bidang kesiapsiagaan selalu memantau lokasi di semua sungai besar di Manado. “Alat-alat selalu disiapkan, guna melayani masyarakat dari semua hal ataupun resiko bencana,” tegasnya.

Kepala BPBD Kota Manado Max Tatahede SSos melalui Kabid Penanganan Darurat BPBD Jenny Bangonang SE mengatakan, memasuki musim penghujan, wilayah rawan terjadi banjir yaitu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Mulai hulu sampai hilir. “Dari Kairagi Kecamatan Mapanget sampai Calaca Kecamatan Singkil. Sedangkan daerah rawan longsor yaitu Kombos Timur Kecamatan Singkil dan Kelurahan Tikala Kecamatan Tikala,” papar Bangonang.

123
Komentar
  • MyPassion

    replica rolex
    24 Nov 2017 14:26

    Pascal - a combination of replica watches Swiss watchmaking and Italian art, Pascal Watchmaking was born in rolex replica 1976 in Le Noirmont, the Swiss watchmaking shrine of the Jura. Parker is rolex replica uk the Swiss watch industry association registered watch brand, with orthodox Italian descent, is a combination of rolex replica watches Swiss watchmaking and Italian art.
Kirim Komentar