20 Nov 2017 10:58

Poltekes Manado Dibekali Ilmu Jurnalistik

MyPassion
SALAM SEHAT: Direktur Politeknik Kesehatan Manado Samuel Layuck (baris depan ketiga kanan) dan Direktur Manado Post Marlon Sumaraw beserta peserta workshop jurnalistik di depan kampus asri Poltekkes.

MANADO - Sabtu (18/11), Politeknik Kesehatan (Poltekes) Manado gelar  Workshop Jurnalistik. Menghadirkan Direktur Manado Post Group Marlon Sumaraw dan Redaktur Pelaksana Manado Post Filip Kapantow sebagai narasumber.

Direktur Poltekes Manado Samuel Layuck SKM MKes  mengatakan, tujuan diadakan workshop agar mahasiswa bisa menanggapi isu-isu berita yang beredar sekarang, dengan baik. "Sehingga mahasiswa bisa menilai informasi yang benar dan hoax," sebut Layuck.

Sumaraw menyampaikan materi teknik penulisan berita. "Dalam menulis berita, ada syarat-syaratnya. Diantaranya, mengandung unsur 5 W + 1 H " ujar Sumaraw. Ada juga soal etika jurnalistik. Menurut Kapantow, media cetak bisa bertahan sampai sekarang karena menjaga kualitas pemberitaan. “Semua berita harus berimbang dan terkonfirmasi,” jelas Kapantow.  Setelah materi disampaikan, dibuka sesi tanya jawab.

Mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan Kezia Lontaan bertanya tentang bagaimana wartawan menyikapi perbedaan bahasanya. "Contohnya, narasumber dan wartawan mempunyai bahasa yang berbeda," tanya Lontaan. "Seorang wartawan, sebaiknya menguasai Bahasa Inggris standar. Wartawan harus punya banyak akal untuk menyiasatinya. Contohnya dengan merekam, dan menerjemahkan setelah wawancara selesai," jawab Kapantow.

Karena adanya pertanyaan ini, Pembantu Direktur III Poltekes Manado Poltje Rumajar SKM MSc meminta mahasiswanya untuk mempraktikkan wawancara dalam Bahasa Inggris. Abizak Pudong dari Jurusan Farmasi dan Natasha Pianaung pun langsung memperagakannya.

Setelah itu, Rumajar ikut melontarkan pertanyaan juga. "Bagaimana jika narasumber tidak mau statementnya direkam?," tanya Rumajar. "Wartawan harus mampu merekam dengan otaknya," jawab Kapantow.

Salah satu mahasiswi Poltekes Manado Pricilia Labang menambahkan, Workshop Jurnalistik ini, membuat pola pikir lebih terbuka dalam menanggapi berita-berita yang beredar. Baik media online maupun cetak. "Workshop ini juga meluruskan pemikiran kami tentang pers dan berita," tutup Labang. (ctr-08/vip)

Kirim Komentar