20 Nov 2017 10:35

Penelitian NASA, Manado bisa Tenggelam

MyPassion
Ilustrasi

MANAD0—Sebanyak 21 kelurahan di pesisir Pantai Manado terancam tenggelam. Berdasarkan pengamatan NASA es di Kutub Selatan dan Kutub Utara akan mencair. Salah satu kota terkena dampaknya yaitu Manado, karena akan terjadi peningkatan permukaan air laut 1,780 MM.

 

Jika hal itu benar terjadi, maka warga yang tinggal di pesisir Manado harus waspada akan peningkatan air laut. Seperti di Wilayah pesisir Kecamatan Malalayang, ada kelurahan Bahu, Kelurahan Malalayang Satu dan Malalayang Dua, Kecamatan Sario, ada Kelurahan Sario dan Sario Tumpaan, di Kecamatan Singkil, ada Kelurahan Singkil Satu dan Singkil Dua.

Sedangkan Kecamatan Tuminting ada Kelurahan Maasing, Bitung Karangria, Sindulang Satu, Sindulang Dua, Tumumpa Satu dan Tumumpa Dua. Kecamatan Bunaken, ada  Kelurahan Molas, Bailang, Meras, Tongkeina dan Pandu, di Kecamatan Bunaken Kepulauan, ada Bunaken, Manado Tua Satu dan Manado Tua Dua.

Menurut Pengamat Tata Ruang Wilayah Dr Veronica Kumurur ST MSi, fenomena ini disebut banjir ROB. Banjir yang airnya berasal dari air laut. Akibat global warming yang mulai terjadi. Hal ini akan menghilangkan pulau-pulau kecil dan daerah pesisir. Juga akan mengakibatkan banjir lebih besar pada daerah tertentu. “Cara terbaik yang bisa diambil adalah beradaptasi dengan situasi tersebut. Mulai dari adaptasi bangunan-bangunan, supaya bisa ditingkatkan lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Dijelaskannya,  bila peningkatan air laut 1,7 meter, kiranya ada peningkatan bangunan dari pemerintah di daerah-daerah pesisir. Seperti pembangunan tanggul, untuk mencegah peningkatan air laut. “Mau tidak mau kita akan diperhadapkan dengan fenomena tersebut,” terang Kumurur yang juga dosen Fakultas Teknik Unsrat.

Sementara itu, berdasarkan penelitian NASA, ada 293 kota-kota di dunia terkena dampak mencairnya lapisan es. Meski tak merinci kapan hal ini akan terjadi, namun dilansir www.aol.com, peralatan yang dirancang NASA tersebut mampu memperlihatkan perkiraan air dari es yang akan terdistribusi secara global.

Menurut demo, yang juga dipublikasikan di Jurnal Science Advances, New York akan paling terpengaruh oleh es di Bagian Timur Laut Greenland. Kemiringan bumi saat berputar mengelilingi matahari menggeser air dari tutup lelehan, sehingga air tidak menetes lurus ke bawah. Ini berarti, meskipun negara yang sedingin es itu cukup jauh dari New York, air dari Greenland akan mempengaruhi New York lebih banyak dari pada kota-kota pesisir lainnya yang dekat.

Proyek ini dimaksudkan untuk digunakan perencana pesisir yang dapat membantu kota-kota mempersiapkan kenaikan permukaan air laut karena pemanasan global meningkatkan risiko banjir pesisir. Perhitungan disesuaikan untuk mengubah kondisi.

"Karena kota-kota dan negara-negara berusaha membangun rencana mengurangi banjir. Mereka harus memikirkan sekitar 100 tahun di masa depan," ujar ilmuwan senior Dr Erik Ivins pada BBC.

Jadi jangan menganggap karena Indonesia jauh dari kawasan gunung es, maka tidak akan terkena dampak dari mencairnya gunung maupun lapisan es di Kutub Utara atau Selatan.

Jakarta, misalnya, berdasarkan perkiraan para ilmuwan maka akan terkena dampak dari peningkatan permukaan laut setinggi, 1,713 mm.

Selain Jakarta, empat kota dan satu kawasan lain masuk dalam peralatan internet yang dikembangkan Laboratorium Propulsi Jet NASA di California. Di antaranya Banda Aceh, Jawa Timur, Makassar, Manado, dan Jayapura.

Dengan peralatan itu maka terlihat juga peningkatan permukaan air laut yang signifikan akibat dari perubahan di lapisan es di sebelah bagian barat laut Greenland. Faktor gravitasi antara lain ikut membuat es yang mencair di Kutub Utara dan Selatan terdistribusi ke seluruh dunia.

Ilmuwan lain, Dr Eric Larour, mengatakan ada tiga proses utama yang mempengaruhi 'jejak permukaan laut' atau istilah untuk pola perubahan permukaan laut di seluruh dunia. Pertama gravitasi. "Hal itu (lapisan-lapisan es) ini adalah massa besar yang mengerahkan daya tarik ke laut," kata Dr Larour.

Ketika es menyusut, daya tarik tersebut berkurang dan laut akan menjauh dari massa itu. Sejalan dengan daya 'tarik-dorong' itu, daratan dibawa lapisan es yang mencair akan mengembang secara vertikal, karena sebelumnya ditekan oleh lapisan es yang berat. Faktor terakhir yang mempengaruhi adalah planet yang berputar."Anda bisa memikirkan bumi yang berputar. Pada saat berputar, dia bergoyang dan pada saat massa di permukaan berubah, maka goyangannya juga berubah. Hal itu, pada gilirannya meredistribusi air di seluruh bumi,” kata Dr Larour.

Dengan memperkirakan semua faktor tersebut ke dalam kalkulasi, maka para peneliti mampu membangun sebuah peralatan prakiraan untuk kota-kota dunia tersebut. "Kami bisa menghitung kepekaan yang tepat -untuk kota tertentu- tentang permukaan laut untuk setiap massa es di dunia," jelas Dr Larour kepada BBC. (***)

Komentar
  • MyPassion

    karina safa
    25 Nov 2017 11:45

    PENGAKUAN SAYA BERSAMA KELUARGAKU INI BUKAN CERITA ATAU PUN REKAYASA BENER-BENER TERBUKTI SAMA SAYA. Terima kasih sebesar-besarnya yang kami ucapkan kepada mbah warjoh yang telah memberikan keberhasilan dan keberuntungan bagi keluarga saya.berkat bantuan beliau saya sekarang sudah hidup tenang karena suamiku sudah punya usaha tambak yang luasnya sekitar 5 hektar kurang lebih. begitupun juga saya dirumah buka warung sembakau dan sekarang pun saya sekeluarga tidak di kejar-kejar hutang lagi. mulanya keluarga Kami di berikan angka gaib hasil ritual dari mbah warjoh yang sangat Jitu 100% dijamin tembus.sehingga keluarga saya sekarang merasa tenang lagi.sekali lagi terima kasih mbah jasamu dikeluarga saya tidak akan terlupakan.Jika anda butuh angka gaib hasil ritual mbah warjoh silahkan Tanyakan aja Pada mbah dinomer hp beliau di: 0851 4534 4218 atau silahkan KLIK DISINI Terima kasih.
Kirim Komentar